Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Alumnus FSP ISI Jogja Minta Pihak Kampus Bertindak Tegas Soal Pelecehan Seksual

Rizky Wahyu Arya Hutama • Kamis, 29 Agustus 2024 | 19:33 WIB

 

Juru bicara alumnus FSP ISI Jogja Hendro Pleret
Juru bicara alumnus FSP ISI Jogja Hendro Pleret
BANTUL, RADAR JOGJA - Alumni Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta mendesak pihak kampus agar segera menindaklanjuti adanya dugaan kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.

Mereka meminta pihak kampus supaya segera menindak para pelaku itu dengan tegas, baik secara akademis maupun melaui pihak yang berwajib.

Juru bicara para alumnus FSP ISI Jogja Hendro Pleret yang didampingi alumni yang lain mengatakan, alumni FSP ISI Yogyakarta telah sepakat akan menuntut pihak kampus supaya segera mengusut tuntas dan memberikan efek jera kepada pelaku yang diduga melakukan pelecehan seksual tersebut.

Selain kena sanksi administratif, pihaknya juga meminta oknum tersebut untuk dimutasi ke daerah lain.

Karena para alumnus sudah muak dengan adanya oknum tersebut.

"Kami ingin membangun lingkungan kampus yang nyaman. Kepada oknum yang merasa melakukan kekerasan dan pelecehan itu tolong segera menyerahkan diri atau mengaku," tegasnya saat ditemui di kediamannya, Pleret, Bantul, Kamis (29/8).

Sebagai alumnus, Hendro sendiri merasa prihatin dengan adanya kejadian kasus pelecehan seksual yang menimpa almamater tercintanya tersebut.

Sebab dengan adanya kejadian tersebut menurutnya bisa menjadikan salah satu traumatis sang korban atau juga akan berdampak kepada para mahasiswa yang lain. Baik yang sekarang masih kuliah ataupun yang mau masuk di ISI Yogyakarta.

"Harapan saya sesuai dengan kesepakatan teman-teman ya harus dituntaskan kasus tersebut," tegasnya.

Untuk menindaklanjuti kasus tersebut, para alumnus FSP ISI Jogjakarta ini juga meminta kepada satuan tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) ISI Jogjakarta bisa menindak dengan tegas kasus tersebut.

"Kami curiga, apakah PPKS itu orang-orangnya terlibat di dalamnya atau tidak berani berbicara karena masuk dalam lembaga. ISI sebagai kampus seni dan budaya memang tidak lepas dari gesekan. Tapi kan harus bisa menahan. Semua harus profesional jangan ada modus dan maksud tertentu," ucap aktivis 98 itu.

Alumni FSP ISI Jogjakarta ini juga meminta kepada para korban untuk membuka suara.

Sebab dengan terjadikan kasus pelecehan seksual itu, para alumnus FSP ISI juga telah berkomitmen untuk melindungi dan mendampingi para korban.

"Saya sebagai alumnus FSP ISI Jogja akan memberikan edukasi, advokasi, dan perhatian untuk mendapingi kalian. Ini waktunya kalian berbicara dan yang berbuat jelek itu harus minta maaf dan dihukum sebagai pertanggung jawabannya harus dilaksanakan sesuai yang berlaku," lanjut Hendro.

Sebagai tindakan, para alumnus FSP ISI Yogyakarta ini sudah membuat surat terbuka untuk pihak kampus.

Mereka juga akan mulih kandang (kambali ke kendang) karena dirasa sudah banyaknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.

Jika surat terbuka yang dikirimkan para alumnus FSP ISI Jogja tersebut tidak ditindaklanjuti atau tidak mendapatkan reaksi dari pihak kampus.

Maka mereka akan turun untuk melakukan demonstrasi ke kampus agar pihak kampus segera menindak para pelaku tersebut.

"Mungkin banyak korban yang belum ngomong atau mungkin juga ada yang sudah mendapatkan nilai bagus dan tetap diam saja. Jadi tolong untuk semuanya yang merasa jadi korban saat ini mari dibuka bersama. Karena ISI adalah lembaga pendidikan yang sifatnya mencerdaskan mahasiswanya," tandasnya. (ayu).

Editor : Bahana.
#pelecehan seksual #Yogykarta #Hendro Plered #pelecehan #ISI Yogyakarta #mahasiswi