Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sadis, Pelajar di Kabupaten Bantul Ini Jadi Korban Pembacokan Sesama Pelajar : Sebilah Celurit Menancap di Bahu

Khairul Ma'arif • Kamis, 13 Juni 2024 | 21:23 WIB
Ilustrasi pembacokan.
Ilustrasi pembacokan.

BANTUL -  Seorang pelajar inisial TS di Bantul menjadi korban kejahatan jalanan.

Sadisnya, bahunya dibacok pelaku hingga berceceran darah. 

Sebilah celurit melukai dan menancap di bahu korban.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (2/6/2024) dini hari.

"Sekarang pelaku pembacokan sudah ditangkap," ujar Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Bayu Sila Pambudi, Kamis (13/6/2024)

Pelaku berjumlah dua orang. Yakni, inisial AYM, 16 dan GPA, 17.

Keduanya masih berstatus pelajar dan merupakan warga Bantul.

Karena pelaku masih di bawah umur, dan statusnya sebagai anak maka pelaku dititipkan di Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak (BRSPA) yang berlokasi di Sleman.

"Sebelum membacok (korban, Red) kedua pelaku sempat membuat keonaran di Palbapang," terangnya.

Menurutnya, AYM berperan sebagai eksekutor yang melakukan pembacokan.

Sedangkan GPS sebagai jongki motor.

Kronologinya, sebelum membacok korban, pelaku sempat berkumpul di Pandak.

Lantas mereka menuju ke Jetis lalu berkeliling dan melakukan penyerangan secara acak.

Dari keterangan polisi, tidak ada alasan atau motif khusus yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

"Antara pelaku dengan korban tidak saling kenal," tuturnya. 

KBO Reskrim Polres Bantul Ipda Agus Rudatiyono menambahkan, cebilah celurit yang di layangkan ke bahu korban dijadikan alat bukti.

Celurit tersebut ditampilkan dalam press rilis di Mapolres Bantul, Kamis (13/6/2024).

Bagian ujung celurit yang melengkung tersebut sudah terpotong guna mempermudah evakuasi korban. 

Pasalnya, dokter yang menangani tidak berani langsung mencabutnya.

"Sehingga dipotong terlebih dahulu," ujar Ipda Agus Rudatiyono, Kamis (13/6/2024).

Setelah dipotong, sisa potongan celurit yang masih tertancap di bahu TS baru dilakukan pencabutan.

"Setidaknya celurit menancap selama sekitar satu jam," sebutnya.

TS sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun kondisinya membaik dan saat ini tengah menjalani rawat jalan.

"Awalnya TS dilarikan ke RS PKU Bantul lantas penanganan lanjut dibawa ke RS Sardjito," paparnya. (rul)

 

 

 

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Bahu #celurit #korban #barang bukti #pelajar #sadis #Menancap #polres bantul #Bantul #Sebilah #di bawah umur #kabupaten #Kejahatan Jalanan #pelaku