Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Temui Kendala, Polres Bantul Masih Buru Dua Pelaku Penyerangan ke SMPN 1 Kasihan

Gregorius Bramantyo • Senin, 3 Juni 2024 | 22:36 WIB
Ilustrasi kericuhan dan penyerangan kelompok siswa.
Ilustrasi kericuhan dan penyerangan kelompok siswa.

BANTUL – Polres Bantul saat ini masih memburu dua terduga pelaku penyerangan di SMP Negeri (SMPN) 1 Kasihan.

Sejauh ini, Polres Bantul baru menangkap satu pelaku yang masih berstatus masih anak-anak.

Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan, pihaknya masih berupaya menangkap pelaku lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

"Dua orang terduga pelaku lain berinisial L dan G masih dalam pencarian," katanya, Senin (3/6/2024).

Jeffry mengakui, Polres Bantul menemui kendala dalam mencari dua terduga pelaku anak berhadapan dengan hukum (ABH) lain.

Hal itu karena kedua ABH merupakan siswa yang putus sekolah.

Selain itu, keduanya juga tidak pulang ke rumah setelah kejadian tersebut.

“Kami berharap kepada orang tua yang anaknya terlibat dapat menyerahkan dan membujuk anaknya untuk dilakukan pemeriksaan,” imbaunya.

Perwira dengan tiga balok di pundak ini mengatakan, saat ini polisi baru menetapkan satu ABH sebagai tersangka.

Yakni berinisial AAA, 15, warga Mlati, Sleman yang telah putus sekolah. AAA diamankan oleh warga di tempat kejadian perkara.

“Dia mengaku ikut melakukan tindakan kekerasan terhadap korban dengan cara menyabet gesper ke bagian tubuh korban," katanya.

Saat ini Polres Bantul telah memeriksa sembilan saksi lain terkait kejadian tersebut.

Dua saksi di antaranya adalah Wahyu Dito Ananda Putra, 21, yang merupakan satpam SMPN 1 Kasihan yang menjadi korban atas kejadian tersebut.

Kemudian Fithria F. Agustin, 43, yang merupakan guru SMPN 1 Kasihan.

Sementara saksi lain merupakan siswa SMP Taman Dewasa yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.

Jeffry menyebut, pihaknya telah melakukan pendekatan ke sekolah dan keluarga untuk mendalami kasus tersebut.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polresta Jogja dan juga sekolah, maupun para orangtua yang anaknya terlibat melakukan penyerangan,” ujar mantan Kasi Humas Polres Kulon Progo ini.

Menurutnya, perlu adanya kerjasama antara Polres Bantul, pihak sekolah dan keluarga untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Dalam waktu dekat, kepala SMPN 1 Kasihan dan guru BP akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Dari keterangan satu pelaku telah ditangkap, sebagian besar ABH yang terlibat dalam penyerangan tersebut sudah tidak bersekolah.

Namun, mereka mengenakan seragam sekolah saat melakukan aksinya.

Saat ini, kata Jeffry, satpam yang menjadi korban atas kejadian tersebut pun telah membuat laporan ke Polres Bantul.

“Kasusnya masih ditangani Polsek Kasihan dan Satreskrim Polres Bantul,” tandasnya. (tyo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#kendala #SMPN 1 Kasihan #buru #polres bantul #Sekolah #penyerangan #pelaku