BANTUL – Nasib apes dialami Sujarwoko, 29, seorang penjual hewan kurban di Kalurahan Muntuk, Dlingo, Bantul.
Dia menjadi korban penipuan hewan kurban.
Peristiwa ini terjadi Selasa (14/5/2024) kemarin.
Awal mulanya, Sujarwoko melakukan penjual sapi dengan mempromosikan melalui Facebook.
Lalu ia dihubungi seseorang yang mengaku bernama Andi Muhammad Setyadi (AMS).
AMS hendak membeli sapi milik Sujarwoko, transaksi pembeliannya dengan cara transfer.
Setelah terjadi kesepakatan harga, AMS memberi kabar bahwa nantinya ada yang hendak mengambil sapi kurban milik Sujarwoko.
Dan benar, datanglah seorang pria bernama Yudi Kristanto.
Dia hendak mengambil sapi milik Sujarwoko.
Tak ada pikiran buruk, Sujarwoko pun menyerahkan sapinya yang kemudian diangkut truk milik Yudi.
Sujarwoko pun menerima pesan Whatsapp oleh AMS dan ditunjukan bukti transfernya.
Namun saat akan melakukan pengecekan di aplikasi mobile banking, akun milik Sujarwoko tidak bisa login.
Pagi harinya sekitar pukul 10.00, pelapor (Sujarwoko) datang ke bank untuk mengecek lagi, ternyata tidak ada transfer dana yang masuk.
Sujarwoko lantas berusaha menghubungi pembeli.
Namun sampai Sabtu 18 Mei 2024, pembeli atas nama Andi tersebut sudah tidak bisa dihubungi.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyebut, Sujarwoko rugi Rp 50 juta atas kejadian tersebut.
Lalu kejadian itu dilaporkan ke Polres Bantul.
"Kami melakukan penyidikan lebih lanjut," katanya, Rabu (22/5/2024).
Polres Bantul mengimbau agar warga berhati-hati dalam bertransaksi. Termasuk saat transaksi hewan kurban jelang Idul Adha 2024.
Jeffry meminta kepada masyarakat agar mengecek kembali bukti pembayaran via transfer jika transaksi dilakukan secara online.
Hal itu agar terhindar dari adanya penipuan hewan kurban.
Menurutnya, cara mengenali dan menghindari penipuan adalah dengan selalu berhenti, berpikir dan periksa sebelum bertindak.
“Jangan terburu-buru, tetap waspada dan jangan mudah memberikan barang dagangan apalagi data diri," imbau Jeffry. (tyo)