RADAR JOGJA - Penipuan dengan modus pembayaran non tunai atau Qris dengan aplikasi bary bernama fake pay marak terjadi.
Kronologi dari modus penipuan ini umumnya diawali berbelanja biasa di sebuah toko.
Lalu pembeli membayar melalui aplikasi fake pay.
Pada aplikasi tersebut tertera keterangan bahwa trasfer sudah berhasil.
Namun ketika di cek, kiriman uang tidak masuk ke rekening toko.
Seperti postingan yang baru-baru di unggah akun Instagram @merapi_uncover.
Sebuah foto menunjukkan bukti pembayaran melalui aplikasi fake pay yang berhasil ditransfer ke rekening toko.
Menurut akun Instagram @oktvrh_ kejadian penipuan tersebut menimpa tokonya.
"Di toko yang kebetulan saya kerja, sudah 4x transaksi beli rokok menggunakan Qris, karna saya nggak ngeh dan ternyata menggunakan aplikasi fake pay. Kebetulan tadi kesini lagi dan memang sudah mengganti kerugiannya," tutur pegawai toko tersebut.
Diketahui, pembayaran Qris menggunakan aplikasi fake pay ini memang kelihatan seperti asli karna ada tulisan berhasil dan tulisan harga yang tertera saat pembelian atau pembayaran.
Namun setelah dicermati dengan laporan bukti pembayaran melalui Qris yang nyata, rupanya terdapat perbedaan pada tampilannya.
Mungkin bagi orang awam yang tidak terbiasa membayar dengan Qris, bisa saja percaya dengan modus tersebut.
Dari kejadian ini, masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat bertransaksi maupun menerima transaksi.
Jangan mudah percaya dengan orang lain dan selalu kroscek kebenarannya dengan mengecek langsung rekening sebelum orang yang melakukan transaksi dengan anda beranjak.
"Karena kasus penipuan baru atas modus pembayaran non tunai Qris aplikasi fake pay ini, kita harus selalu hati - hati dan selalu mengecek saldo setelah adanya pembayaran yang dilakukan melalui Qris," lanjutnya.
Selain itu perlunya meningkatkan pengetahuan literasi keuangan digital agar tidak terjadi kebobolan seperti kasus tersebut ya sob!
Editor : Meitika Candra Lantiva