Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sambil Menangis Dua Bocah Perempuan di Borobudur Minta Tolong karena Ayah Pukuli Ibunya  

Naila Nihayah • Selasa, 16 April 2024 | 05:23 WIB

 

ilustrasi konflik pernikahan
ilustrasi konflik pernikahan

RADAR JOGJA - Entah bagaimana perasaan dua anak perempuan di Borobudur ini. Sembari bercucuran air mata, dua anak perempuan berteriak meminta pertolongan kepada tetangganya.

Mereka yang masih kecil, harus melihat ayahnya, K, 38 menganiaya sang ibu, SL, 34. Sementara darah sudah mengalir deras dari kepala ibunya.

Kejadian itu terjadi pada Senin (15/4) sekitar pukul 11.00. Tepatnya di sebuah rumah di Dusun Paliyan, Candirejo, Borobudur.

Sang suami diduga menganiaya istrinya dengan kapak hingga darahnya mengucur deras dari kepala. Membasahi wajah dan baju.

Warga Dusun Paliyan Amir mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian tersebut. Dia murni menolong korban. "Pukul 11.00-an, ada dua anak yang lari-lari sambil teriak, 'pak, bu, tolong'. Posisinya saya di dalam rumah, terus keluar," ujar dia, Senin (15/4).

Begitu Amir keluar dari rumah, kedua anak tersebut mengekorinya. Hendak memperlihatkan sesuatu di rumah mereka. Namun, belum sampai di rumah anak itu, SL dengan terseok menghampiri anaknya sembari memegang kepala.

Tak disangka, darah terus mengalir dari kepalanya. SL nampak sudah lemas dan tidak kuasa menopang tubuhnya. Melihat kondisi SL, Amir segera menahannya.

"Istri saya langsung telepon pak kadus. Terus disuruh menghubungi ambulans dan Polsek Borobudur," ungkapnya.

Kapolsek Borobudur AKP Marsodik mengutarakan, pada pukul 11.30, dia mendapat laporan adanya penganiayaan di Dusun Paliyan, Candirejo, Borobudur. Setelah mendapatkan laporan, dia meminta anggotanya untuk memeriksa TKP.

Terkait dengan motif terduga pelaku melakukan penganiyaan, polisi masih menyelidikinya. "Kami dalami dulu motif dan kasusnya karena data pendukung baru kita cari. Apakah KDRT atau penganiyaan," katanya.

Editor : Heru Pratomo
#Borobudur #air mata #kekerasan