Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siapa Adolfo Macias alias Fito? Penyebab Kerusuhan di Ekuador, Berikut Faktanya...

Dwi Agus. • Jumat, 12 Januari 2024 | 18:42 WIB
Ketua geng dari Ekuador Adolfo Macias Villmar alias Fito, yang diduga menjadi penyebab kerusuhan
Ketua geng dari Ekuador Adolfo Macias Villmar alias Fito, yang diduga menjadi penyebab kerusuhan

RADAR JOGJA - Ekuador menetapkan status darurat sejak 8 Januari 2024 selama 60 hari kedepan pasca kaburnya Adolfo Macias Villmar alias Fito.

Stabilitas keamanan terganggu dengan maraknya aksi teror oleh kelompok Fito maupun kelompok kriminal lainnya.

Bahkan kelompok-kelompok ini bersatu dan menyatakan perang kepada militer negara.

Tercatat 10 orang tewas semenjak status darurat ini ditetapkan.

Kericuhan berawal saat Fito tidak berada di selnya pada Minggu (7/1).

Kala itu Fito akan dipindahkan ke ruangan di penjara yang sama. Rencananya sosok Fito akan memang akan dipindahkan dari penjara La Regional.

Akibat kejadian ini, dua sipir penjara ditahan karena diduga terlibat dalam kaburnya sang bos kriminal.

Siapakah sosok Adolfo Macias Villmar alias Fito dan Los Choneros, berikut profil dan rekam jejaknya :

1. Sosok Fito sendiri adalah pemimpin dari geng Los Choneros.

Pria berusia 44 tahun ini memiliki jejak rekam yang sangat hitam.

Los Choneros adalah sebuah geng penjara yang kerap terlibat dibalik kerusuhan mematikan dan perkelahian yang terjadi di penjara-penjara Ekuador selama beberapa tahun terakhir.

2. Kekuasaan Los Choneros tidak terbatas pada penjara di Ekuador.

Anggota geng juga terlibat dalam pekerjaan pembunuhan bayaran, aksi pemerasan hingga perdagangan narkotika di seluruh Ekuador.

Tak sendiri, Los Choneros juga beraliansi dengan kartel narkoba Sinaloa asal Meksiko.

Kerjasamanya berupa penyelundupan kokain dari Kolombia melalui kota-kota pelabuhan Ekuador ke Amerika Serikat dan Eropa.

3. Fito mulai memimpin Los Choneros usai mengambil alih kepemimpinan dari Jorge Luis Zambrano yang terbunuh pada 2020.

Usai memimpin, Fito mulai menyebar psywar ke pihak berwenang di Ekuador dengan narcocorrido.

Ini adalah sebuah balada yang memuji tindakan kriminalnya, yang dirilis pada September.

4. Fito diduga juga menjadi dalang pembunuhan calon presiden dan jurnalis Fernando Villavicencio.

Villavicencio melaporkan menerima ancaman pembunuhan dari Fito.

Ancaman ini hanya beberapa hari sebelum dia ditembak mati saat meninggalkan kampanye di Quito.

5. Pasca kaburnya Fito, beragam kerusuhan muncul di Ekuador.

Mulai dari penyerbuan kelompok bersenjata ke sebuah studio stasiun televisi di Kota Guayaquil, Selasa (9/1). Bahkan aksi ini tanpa sengaja tersiarkan secara langsung.

Polisi berhasil membebaskan 13 sandera dan menyita sejumlah pucuk senjata dari kelompok penyerang.

6. Presiden Ekuador Daniel Noboa menyebut aksi teror ini sebagai kejahatan transnasional terorganisir, organisasi teroris dan aktor non-negara yang berperang.

Ucapan ini merespon kerusuhan yang dilakukan oleh Los Choneros dan 21 geng lainnya, di antaranya Aguilas, AguilasKiller, AK-47, Caballeros Oscuros, ChoneKiller, Covicheros, Cuartel de las Feas, Cubanos, Fatales, Ganster, Kater Piler, Lagartos, Raja Latin, Lobos, Los p.27, Los Tiburones, Mafia 18, Mafia Trebol, Patrones, R7 dan Tiguerones. 

Editor : Bahana.
#Kriminal #kerusuhan #Adolfo Macias Villmar #ekuador #penjara #fito #geng