Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Seakan Mengikuti Perkembangan Teknologi, Drone Kini Menjadi Alat Menyelundupan Narkoba

Trimina Klara • Kamis, 11 Januari 2024 | 18:32 WIB

Sumber foto Eraspace
Sumber foto Eraspace
RADAR JOGJA - Tentara perbatasan India melaporkan bahwa pada tahun 2023, mereka menembak jatuh 107 drone yang digunakan sebagai sarana perdagangan narkoba di negara bagian Punjab.

Drone mengangkut total 442 kg heroin dari Pakistan.

September lalu, dua drone Suriah juga ditembak jatuh saat mereka bersiap memasuki wilayah Yordania.

Drone tersebut tampaknya membawa sabu yang diyakini dikirim ke negara-negara Arab di Teluk Persia.

Obat-obatan terlarang yang diproduksi Suriah harus melintasi perbatasan Yordania sebelum didistribusikan ke negara lain.

Carilone Rose, direktur New Lines Institute di Washington DC, AS, mengatakan kasus ini merupakan yang ke-9 pada tahun 2023.

Sementara itu, di Inggris, peningkatan perdagangan narkoba di penjara telah menyebabkan larangan menerbangkan drone dan pesawat lainnya di seluruh are penjara.

Drone ini dapat menjangkau wilayah yang sulit dijangkau manusia, itulah sebabnya banyak bandar narkoba di Amerika Latin dan Segitiga Emas Asia Tenggara menggunakannya untuk menemukan jalur penyeludupan yang aman.

Berbeda di Inggris drone yang dilengkapi dengan pendeteksi suhu panas sering digunakan oleh pedagang untuk memantau dan membersihkan ladang ganja pesaing.

Di satu sisi, drone pendeteksi suhu panas sangat menguntungkan bagi dealer penipuan di Inggris.

Di sisi lain, teknologi ini memudahkan polisi dalam menggerebek ladang ganja di dalam ruangan.

Dalam kasus lain, drone berhasil berkontribusi dalam penangkapan pengedar narkoba di Kyrgyzstan, Asia Tengah.

Editor : Bahana.
#Narkoba #drone #yordania #pakistan #india