RADAR JOGJA - Pembunuhan suami terhadap istri di Barelang menjadi sorotan warganet.
Pasalnya, pembunuhan diduga di latar belakangi sakit hati pelaku karena tak diberi uang untuk pencalonan bupati di Tapanuli Selatan.
Dilansir dari Instagram @nenktainment, suami yang juga pelaku Ahmad Yuda (AY),46. Ia tega menghabisi nyawa istrinya, TRH,60, mantan direktur RSUD Padang Sidempuan.
Diduga motif tersangka karena tidak didukung secara finansial oleh sang istri untuk mengikuti pencalonan bupati di Tapanuli Selatan.
Kepala Polresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto menerangkan bahwa motif pembunuhan ini dapat disusun dari dua alasan utama.
Pertama, pelaku AY ingin mendapatkan dukungan finansial dari sang istri untuk mengikuti kontestasi pencalonan sebagai bupati Tapanuli Selatan.
"Namun, permintaan uang sebesar Rp50 miliar tersebut ditolak oleh korban," tegasnya.
Kedua, AY juga mengincar harta yang dimilik oleh korban. Termasuk sertifikat, uang, dan kendaraan.
Diungkapkan, AY dan korban baru menikah pada tahun 2021.
Kejadian tragis ini terjadi pada Rabu, 1 November 2023 di rumah mereka di Batu Aji, Kota Batam.
AY, kesal karena tidak mendapat dukungan politik dan finansial dari istrinya. Kemudian menyiksa TRH hingga sekarat.
Setelah itu, AY meninggalkan korban dan pergi ke sebuah hotel bersama seorang perempuan.
Pada hari Kamis, 2 November 2023, AY kembali untuk memastikan kondisi korban, dan saat melihat korban masih hidup, ia panik dan merencanakan pembunuhan lebih lanjut dengan cara membakar rumah korban.
Namun, upayanya sia-sia ketika pada Jumat, 10 November 2023, polisi berhasil menangkap AY hingga menembak kakinya di Kota Pekanbaru, Kepulauan Riau.
Motif politik dan finansial yang mendasari tindakan keji AY menimbulkan reaksi beragam dari netizen.
Editor : Bahana.