Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bikin Cerita Seolah Korban Kekerasan Seksual Anggota BEM, Ternyata Ini Motif Pelaku Penyebar Hoax...

Khairul Ma'arif • Senin, 13 November 2023 | 21:42 WIB
Pelaku penyebar hoax diamankan Ditreskrimsus Polda DIY
Pelaku penyebar hoax diamankan Ditreskrimsus Polda DIY

SLEMAN - Aparat Ditreskrimsus Polda DIJ sudah membekuk pelaku penyebaran hoax di akun X atau Twitter UNYMenfess inisial RAN.

Dalam ungkap kasus, polisi mengungkap motif tersangka RAN nekat menyebarkan berita bohong tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIJ Kombes Pol Idham Mahdi mengatakan, jika motifnya karena sakit hati.

"Karena RAN mendaftar komunitas mahasiswa ditolak sedangkan MF yang dituduh pelaku kekerasan seksual diterima," katanya kepada wartawan, Senin (13/11).

Sakit hatinya berlanjut ketika RAN menjadi panitia festival politik FMIPA UNY. Saat itu tersangka ditegur oleh pelapor yakni MF melalui pesan singkat WhatsApp.

"Ditegur oleh MF terkait kegiatan tersebut sehingga RAN merasa sakit hati sehingga melakukan mengunggah unggahan-unggahan tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, jagat Twitter atau X digegerkan dengan adanya dugaan kekerasan seksual di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Informasi tersebut awalnya disebarkan oleh akun X @UNYmfs atau UNYmenfess dengan potongan pesan di aplikasi WhatsApp.

Dinarasikan dalam unggahan tersebut, seorang mahasiswi menjadi korban kekerasan seksual seniornya yang menjadi anggota BEM.

Dinarasikan, korban yang tidak diketahui identitasnya itu takut melapor. Unggahan itu sempat menjadi perhatian publik karena menjadi trending.

Polda DIJ melalui Ditreskrimsus melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mencari tau sosok korban kekerasan seksual.

Namun, hingga Senin (13/11) tidak ada laporan dari pihak korban atau mana pun terkait adanya kekerasan seksual.

Adanya konten itu dapat dilihat oleh publik luas. Idham menambahkan, sudah mencari sosok korban yang melaporkan ke unggahan X itu.

"Korban yang diduga kekerasan seksual di unggahan itu tidak ditemukan dan tidak ada yang melapor," katanya.

Ternyata, unggahan di akun X itu hanyalah berita bohong. Sosok korban tidak ada atau fiktif.

Unggahan itu hanya dibuat sendiri oleh pelaku RAN. Hal itu diketahui usai polisi menangkapnya dan dilakukan pendalaman lebih lanjut terhadap barang bukti Ponsel milik tersangka.

Didapati barang bukti yang disita ada tulisan konten yang sama dan akun X yang digunakan untuk mengunggah ada di Ponsel RAN. Draf tulisan korban kekerasan seksual terdapat di Ponsel RAN. (rul).

Editor : Bahana.
#BEM UNY #whatsapp #unggahan #UNY #ran #hoax