RADAR JOGJA – Viral di media sosial, sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi heroik yang dilakukan bocah SD saat menggagalkan pelaku penjambretan handphone di Lampung.
Diketahui dia adalah M. Rizki (12) yang saat ini di bangku kelas 6 SD Kota Bandar Lampung.
Aksi itu ia lakukan sebab tak ingin handphonenya yang telah dirampas akan dibawa oleh pelaku.
Setelah ditelusuri, peristiwa penjambretan ini terjadi di Jalan Ridwan Rais, Gang Ainang, Kelurahan Kalibalok Kencana, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, pada Jumat (20/10), sekitar pukul 14.30 WIB.
Nampak dalam rekaman CCTV yang beredar, awalnya Rizki duduk santai di depan teras rumahnya sambil bermain ponsel gawainya. Tak berselang lama, terlihat dari samping rumah datang sebuah sepeda motor yang dikendarai tiga orang laki-laki.
Sambil menunggu di atas motor, salah satu orang tersebut menghampiri Rizki dan langsung merampas handphone korban. Pelaku lantas kabur dan langsung tancap gas.
Namun, hal itu juga dibarengi dengan Rizki yang tak mau kalah langsung mengejar para pelaku. Ia berhasil menarik baju pelaku yang tadi merampas handphonenya hingga terjatuh dari kendaraan.
Sementara dua pelaku lainnya langsung melarikan diri meninggalkan temannya. Seketika itu, banyak warga sekitar yang menyusul Rizki dan pelaku.
Vivi selaku bibi korban mengungkapkan kejadian tersebut. Ia mengaku saat kejadian melihat keponakannya tersebut dihampiri oleh pelaku.
“Awalnya saya di dalem rumah. Saya liat adek (korban) sudah disamperin orang itu. Saya pikir kawannya, kan biasaa. Rupanya orang itu langsung ambil handphone,” kata Vivi.
Menyaksikan ponsel keponakannya dirampas, Vivi lantas keluar dan ikut mengejar pelaku. “Nah adek saya (Rizki) ini langsung ngejer. Saya reflek liat itu, langsung saya kejer. Saya langsung teriak, orang itu (pelaku) udah panik, ditarik bajunya sama adek saya, langsung jatoh,” imbuh Vivi seperti dikutip dari suaramerdeka.com.
Saat itu, handphone yang sempat dirampas pelaku terjatuh dan berhasil diambil oleh Vivi. Sementara korban bersama warga sekitar terus mengejar pelaku namun tak berhasil.
Menurut Vivi pelaku berjumlah tiga orang dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat putih biru tanpa mengenakan helm.
Sedangkan, ayah Rizki tak menyangka anaknya nekat melawan pelaku. Ia justru mengkhawatirkan keselamatan putranya.
“Saya khawatir takut ada apa-apa. Namanya itu kan anak kecil, khawatir aja takutnya pelaku punya senjata pistol,” imbuh Rafi. (Erlika Yusfiarista)
Editor : Bahana.