RADAR JOGJA – Kasus perundungan dan kekerasan fisik yang dialami oleh siswa SMP Negeri 2 Cimanggu, Cilacap pada Selasa (26/9/2023) kemarin masih terus menjadi perbincangan hangat hingga mendapatkan perhatian dari UNESCO.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto selaku Kapolresta Cilacap yang menangani kasus perundungan itu.
“Saya tadi di telepon Staf Presiden, Panglima TNI, Kapolri, lalu Menteri PMK karena kasus ini mendapat perhatian dari UNESCO,” ungkap Fannky seperti dilansir dari suaramerdeka.com.
Kabar terkini terkait kondisi korban FF (14) melalui unggahan video TikTok di akun @bayu_karta pada (28/9) kemarin memperlihatkan korban tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Majenang karena sempat mengalami sesak di bagian dada.
Kasatreskrim Polresta Cilacap, Kompol Guntar Arif mengkonfirmasi berita tersebut.
“Tadi malam itu dia (FF) diantar ke RS Majenang karena sesak. Karena sebelumnya memang rencananya mau CT SCAN,” tutur Kompol Guntar Arif.
Rencananya korban akan dirujuk ke Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Kabar hoax sempat menimpa korban (FF) yang dikabarkan meninggal dunia dengan tersebarnya poster berita duka cita di sosial media.
Namun, berita tersebut langsung ditampik oleh pihak keluarga.
Mereka berharap kepada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk tidak menyebarkan berita bohong dan menyebabkan kegaduhan.
Baca Juga: Perang Ikan China VS Jepang di Perairan Fukushima Pasca-Embargo!
Hingga saat ini, pelaku utama (MK) dan pelaku yang terbaru (W) sudah diamankan oleh pihak Polres Cilacap dan masih dalam tahap penyelidikan.
Tiga siswa lainnya juga didatangkan untuk menjadi saksi. (Erlika Yusfiarista)
Editor : Bahana.