Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Marak Maling Uang Kotak Amal Masjid, Sarankan Pakai QR Code untuk Sedekah

Khairul Ma'arif • Rabu, 20 September 2023 | 17:05 WIB

Ahmad Fauzi
Ahmad Fauzi


RADAR JOGJA - Dalam beberapa pekan terakhir, beberapa masjid di wilayah Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengalami pencurian uang yang berada di dalam kotak amal.

Di antaranya terjadi di Masjid Mujahidin, Muja Muju, Umbulharjo serta dua masjid di Sariharjo, Ngaglik, Sleman yakni Masjid Al-Hidayah dan Masjid As-Salam.

Dari ketiga masjid itu waktu serta modus pencurian kotak amal berbeda-beda. Untuk Masjid Mujahidin pelakunya mengambil kotak amal dan menjebolnya di tempat berbeda lalu menguras uang di dalamnya. Sedangkan dua masjid di Ngaglik pelakunya langsung menjebol kotak amal dan mengambil uang yang ada di dalamnya.

Kapolsek Umbulharjo Kompol Yayan Dewayanto mengatakan, pelaku maling kotak amal Masjid Mujahidin ialah Alaika Luqmaan Alhakiim. Saat ini kasusnya masih dalam proses penyidikan dan Alaika ditahan di Mapolsek Umbulharjo. Barang bukti kejadian ini berupa satu buah jaket jumper, kotak infaq dan tatah untuk membuka kotak.

Untuk pelaku maling uang kotak amal di Ngaglik ialah Alif Putra Deasmara. Panit Reskrim Polsek Ngaglik Ipda Udin Afriayanto mengatakan, saat ini pelaku yang berusia 26 tahun itu sudah ditahan di mapolsek. Dari aksi Alif dua masjid kehilangan uang kas mencapai sekitar Rp 860 ribu. Pelaku dapat dibekuk usai aksinya di Masjid Al-Hidayah dicurigai warga sekitar.

Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) DIJ Ahmad Fauzi ada sekitar 8350 masjid yang tersebar di DIJ. Dari angka sebanyak itu, masjid yang mengalami pencurian uang kotak amal jumlahnya tidak banyak. Namun, dia menyadari sedikit apapun itu tidak bisa ditolerir pencurian uang kotak amal.

Menurutnya sudah banyak imbauan untuk antisipasi hal tersebut dan sudah dilakukan beberapa masjid. Seperti kotak amal masjid yang dibuat besar yang membuatnya digotong dan dicongkel tidak bisa. Malah banyak yang dikunci dengan tembok atau tiang masjid. "Terkini yang sering kami sampaikan ke masjid-masjid itu ada teknik bagus untuk penyaluran infaq dan sodaqoh ke masjid melalui Qris bank apapun yang sudah ada QR Codenya," tuturnya.

Menurut Fauzi, DMI DIJ sudah bekerja sama dengan bank-bank syariah, termasuk bank konvensional untuk membuat Qris tersebut yang dihadiri para takmir masjid se-DIJ. Dia mengklaim jika lewat Qris tidak mungkin ada pencurian atau kehilanhan. Hal itu lantaran uang infaq atau sodaqoh jamaah langsung masuk ke rekening masjid. Sementara itu, kata Fauzi selama ini di masjid yang tersebar di DIJ ada beberapa laporan perihal pencurian isi kotak amal masjid.

Namun, menurutnya, hal itu hanya menjadi rasan-rasan belaka. Jarang sampai ada yang melaporkan secara resmi.

Menurut Fauzi, sudah banyak masjid di DIJ yang memakai Qris untuk penyaluran infaq. Meski memang disadari lebih banyak yang belum menggunakan Qris. "Sekitaran seribuan masjid yang sudah pakai Qris," ungkapnya. Menurutnya, DMI DIJ sangat gencar mensosialisasikan penggunaan Qris. Sosialisasi dilakukan mulai dari tingkat kota atau kecamatan yang dihadiri banyak takmir masjid di DIJ.

Namun, memang ada beberapa kelemahan penggantian kotak amal masjid ke Qris karena rentan penipuan dilakukan orang tidak bertanggung jawab. Penipuannya dengan cara mengganti barcode Qris yang tertempel di masjid yang sudah ada dengan barcode rekening Qris lain.

Fauzi mengimbau agar masjid yang menggunakan Qris untuk sering-sering dipantau secara rutin ataupun berkala. Menurutnya, kejadian penipuan Qris masjid di DIJ tidak ada. (rul/din)


 

Editor : Satria Pradika
#Pencurian uang #kotak amal