RADAR JOGJA – Kasus pembunuhan ibu muda bernama Mega Suryani Dewi yang tewas dibunuh oleh Nando, suaminya sendiri di Cikarang Barat kembali terungkap fakta baru.
Sebelum kejadian tragis tersebut, ternyata Mega Suryani sudah pernah membuat laporan kasus KDRT ke polisi yang berakhir kasus dan laporan itu dihentikan.
Fakta tersebut disampaikan langsung oleh kakak korban, Deden Suryana.
"Mega sudah sempat cekcoklah. Sudah buat pengaduan ke kantor polisi, sudah visum juga, sudah selesai semua, sudah keluar juga hasilnya," kata Deden Suryana kepada wartawan, hari ini, Kamis (14/9/2023) seperti dilansir dari JawaPos.
Deden mengaku heran mengapa keduanya, yakni Mega Suryani dan Nando tiba-tiba bersikap damai tanpa masalah, padahal laporan kasus KDRT itu sudah masuk ke Polres Metro Bekasi.
"Nah, entah kenapa bisa satu rumah lagi, beberapa bulan lalu sampai sekarang sudah satu rumah lagi," ujar Deden.
Mega juga sudah melakukan berbagai visum untuk memperkuat laporannya, tetapi saat polisi menanyakan kelanjutan kasus tersebut kepada korban, yang menjawab justru sang pelaku dan langsung menyangkal.
"Dari pihak kepolisian itu nanya ini kasus mau dilanjutin? Terus yang angkat telepon pelaku, kata dia saya udah di rumah, gak usah dilanjutin. Padahal Mega masih pengen lanjutin," jelas Deden.
Sebelumnya, kasus pembunuhan ini terjadi di rumah kontrakan korban dan pelaku di Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (7/9/2023).
Berawal dari KDRT, pelaku tega memenggal leher korban dalam kondisi korban sedang hamil 5 bulan. Nahasnya, perilaku keji tersebut turut dilihat oleh kedua anak mereka yang masih balita. (Erlika Yusfiarista)
Editor : Bahana.