Kapolsek Minggir AKP Noor Dwi Cahyanto menjelaskan kronologi kehilangan. Zainal kehilangan motornya sepulang bekerja berjualan tahu bulat, Jumat (27/5). Saat pulang ke rumah pada 20.00 WIB, kendaraan ternyata sudah tidak ada di tempatnya.
“Saat meninggalkan rumah, posisi ada beberapa kendaraan para pedagang tahu bulat. Setelah ditinggal pergi berdagang, ZA merasa kaget dan menanyakan kepada teman-teman satu rumah dan kanan kirinya. Ternyata motor yang terparkir di ruang tamu sudah tidak ada di tempat,” jelasnya saat jumpa pers di Mapolsek Minggir, Kamis (2/6).
Usai menerima laporan, pihaknya melakukan penyelidikan lebih intensif. Akhirnya beberapa petunjuk berhasil ditemukan. Ada saksi yang menyaksikan kendaraan milik Zainal.
Dari hasil penelusuran dibawa oleh seorang lelaki dengan perawakan kurus. Tak disangka, motor milik Zainal dibawa oleh temannya sendiri berinisial AN. Sosok ini ternyata juga merupakan teman satu rumah Zainal.
“Kami mencoba identifikasi dan akhirnya kami dapatkan identitas siapa diduga pelaku yg melakukan pengambilan barang. Pendekatan orangtua, respon baik dilakukan oleh orangtua diduga pelaku, menghadirkan diduga pelaku beserta barang buktinya,” katanya.
Dwi mengatakan AN membawa kendaraan tersebut tanpa izin. Tujuannya untuk mencari minuman beralkohol. Sayangnya hingga pulang, pelaku tak juga memberi kabar kepada Zainal.
Sepulang dari mencari mihol, kondisi AN tak sadarkan diri. Tentunya mabuk akibat mengonsumsi mihol secara berlebih. Disatu sisi Zainal terlebih dahulu panik dan berlanjut dengan laporan polisi.
“Kedua belah pihak, satu rumah sudah akrab. ZA hanya tidak habis pikir mengapa AN tega, dan tidak menyampaikan izin untuk menggunakan kendaraan tersebut. Kami selesaikan dengan restorasi justice, dengan kekeluargaan,” ujarnya. (isa/dwi) Editor : Editor News