Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Mateus Wiwit Kustiyadi menegaskan lingkungan kos-kosan rawan. Kerap menjadi incaran pelaku curanmor bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan keamanan kendaraan sepeda motor.
“Anak kos itu kewaspadaan mengenai kendaraan kurang fokus. Artinya, ketika dia sudah bertandang ke tempat orang mikirnya sudah aman, tapi ternyata tidak aman juga. Karena rata-rata anak kos kepedulian terhadap tetangga sebelah itu kurang, sehingga keamanan rentan sekali,” jelasnya saat ditemui di Mapolsek Depok Barat, Jumat (27/5).
Sejak Maret lalu, pihaknya telah berhasil mengungkap sebanyak dua kasus besar tindak curanmor di wilayah Depok Barat. Ini belum termasuk kasus-kasus curanmor lainnya.
Sementara terakhir, Polsek Depok Barat berhasil mengungkap kasus tindak pidana curanmor yang dilakukan di 12 TKP. Semua barang bukti kemudian dikembalikan kepada pemiliknya, Jumat (27/5).
“Pasca pandemi dan mendekati lebaran kemarin meningkat, paling signifikan curanmor. Kami berhasil mengungkap kasus besar dua kali. Pertama di bulan Maret, ada 3 tersangka. April itu lumayan banyak juga ada 12 TKP. Belum yang barang bukti hanya satu motor itu kira-kira sudah 2-3 kali,” katanya.
Dia mengimbau masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan keamanan kendaraan. Apalagi pada jam-jam rawan. Tepatnya antara 16.00 WIB hingga 20.00 WIB.
Cara antisipasi bisa dilakukan dengan penambahan kunci tambahan. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir terjadinya tindak pidana curanmor.
“Tingkatkan kewaspadaan kalau perlu beri kunci tambahan. Parkir juga di tempat yang mudah terlihat. Kalau ada tempat parkir khusus yang ada penjaganya silahkan pakai itu. Lebih baik keluar uang Rp 2 ribu tapi aman,” imbaunya. (isa/dwi) Editor : Editor News