Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Problem Menahun Air Keruh dan Mampet

Editor Content • Kamis, 27 Oktober 2022 | 16:18 WIB
DIKURAS - Memasuki musim penghujan pekerja PDAM Tirta Handayani membersihkan reservoir di wilayah sumber air di Gombang, Seropan, Semanu kemarin (26/10).(PDAM Tirta Handayani untuk Radar Jogja)
DIKURAS - Memasuki musim penghujan pekerja PDAM Tirta Handayani membersihkan reservoir di wilayah sumber air di Gombang, Seropan, Semanu kemarin (26/10).(PDAM Tirta Handayani untuk Radar Jogja)
RADAR JOGJA - Mendapat pasokan air bersih melimpah pada musim penghujan masih menjadi keniscayaan bagi pelanggan PDAM Tirta Handayani. Sejauh ini perusahaan plat merah tersebut belum bisa sepenuhnya memenuhi harapan konsumen.

Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Totok Sugiarto mengatakan, banjir dipicu hujan deras mengakibatkan sungai bawah tanah berubah warna menjadi pekat. Kemungkinan besar mengganggu kejernihan terutama sumber air Seropan Kecamatan Semanu.“Sebelum proyek sistem strategis WTP (Water Treatment Plant) terealisasi, kami bersihkan reservoirnya," kata Totok Sugiarto kemarin (26/10).

Memasuki musim penghujan, petugas diterjunkan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Bak penampungan atau reservoir dikuras dan saluran air ke pelanggan dimatikan sementara."Kalau air keruh kami off-kan terlebih dahulu. Tidak dialirkan menunggu sampai airnya jernih baru kami hidupkan,” ujarnya.

Untuk diketahui, sumber air Seropan selama ini melayani 16.857 Sambungan Rumah (SR) Pelanggan. Meliputi 38 Kalurahan dan tujuh Kapanewon di Gunungkidul meliputi Kapanewon Karangmojo, Rongkop, Semin, Ponjong, Wonosari, Tanjungsari, Ngawen. "Sebagian melayani wilayah Wonosari," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan air pelanggan selama musim penghujan cenderung menurun. Warga banyak memanfaatkan air tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sedangkan untuk Karangrejek dan Tawarsari memperkuat layanan di dalam Kota Wonosari. Debit 37 per detik akan mensuplai 2.960 KK atau 14.800 jiwa. Semula tidak menyala 24 jam sekarang sudah on.“Revitalisasi empat sumber air tersebut akan menambah suplai air bersih 8.160 KK atau 40.800 jiwa,” ungkapnya.

Secara rinci tambahan untuk Kota Wonosari dan sekitarnya 5.200 KK atau 26.000 jiwa, sedangkan yang Gombang dan Bribin dapat memasok ke Rongkop dan Tepus untuk 5.200 KK atau 26.000 jiwa."Insya Allah, tahun depan WTP atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) terealisasi," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul Heri Nugroho mengatakan, sebagai salah satu penyangga kebutuhan air warga, PDAM Tirta Handayani diminta fokus mengatasi persoalan air bersih.“Dukungan anggaran saya kira terus dilakukan,” kata Heri Nugroho. (gun/din) Editor : Editor Content
#Gunungkidul #PDAM Tirta Handayani