Jauh dari Pos Damkar, Dua Rumah Lansia di Semin Ludes Terbakar, Kerugian Rp 100 Juta

Dzika Fajar • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 13:57 WIB
LUDES TERBAKAR: Kondisi rumah milik pasangan lansia di Padukuhan Karanggumuk II, Kalurahan Kemejing, Semin, Gunungkidul, yang ludes terbakar, Senin (12/10) (Dok. Damkarmat Gunungkidul) - Dzika Fajar/Radar Jogja
LUDES TERBAKAR: Kondisi rumah milik pasangan lansia di Padukuhan Karanggumuk II, Kalurahan Kemejing, Semin, Gunungkidul, yang ludes terbakar, Senin (12/10) (Dok. Damkarmat Gunungkidul) - Dzika Fajar/Radar Jogja

Jauhnya jangkauan layanan pemadam kebakaran menjadi sorotan setelah dua bangunan rumah milik pasangan lanjut usia di Padukuhan Karanggumuk II, Kalurahan Kemejing, Kapanewon Semin, Gunungkidul, ludes terbakar, Senin (12/10). Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Gunungkidul Handoko mengatakan, lokasi kejadian cukup jauh dari wilayah manajemen kebakaran (WMK) atau pos pembantu pemadam kebakaran di Kapanewon Karangmojo. Jarak tersebut menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran, terutama karena kecepatan respons sangat menentukan besarnya kerusakan.

“Solusinya pembangunan Postu di Semin atau Ngawen sehingga jika terjadi kebakaran segera tertangani,” kata Handoko saat dihubungi, Senin (12/10).

Menurut dia, waktu menjadi faktor penting dalam penanganan kebakaran. Api yang terlambat dikendalikan berisiko terus membesar dan melalap bangunan beserta seluruh isinya.

Baca Juga: Pemotor Karangmojo Tewas Terjun ke Lereng Tanjakan Bulak Bogor Rongkop Gunungkidul

“Kebakaran identik dengan waktu. Semakin lama penanganan, semakin tinggi kerugian,” tegasnya.

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Api menghanguskan rumah milik Giyarto, 80, beserta bangunan dapur yang berada di kompleks rumahnya.

Berdasarkan keterangan warga, api pertama kali diketahui muncul dari area dapur. Namun, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.

Saat kejadian, istri Giyarto, Giyem, 80, sedang menghadiri kegiatan arisan. Sementara itu, Giyarto berada di rumah ketika api mulai membakar bangunan.

Dua bangunan yang terbakar terdiri atas rumah utama berbentuk limasan berukuran sekitar 10 x 8 meter dan dapur berbentuk kampung berukuran sekitar 4 x 8 meter.

Kobaran api menghanguskan kedua bangunan beserta isinya. Sebagian besar material bangunan terbakar, menyisakan bagian dinding atau tembok. Perabot rumah tangga dan berbagai barang milik korban juga ikut musnah.

Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 100 juta.

Peristiwa ini kembali menyoroti kebutuhan pemerataan jangkauan layanan pemadam kebakaran di wilayah Gunungkidul. Usulan pembangunan pos pembantu Damkarmat di Semin atau Ngawen dinilai perlu menjadi perhatian untuk memperpendek waktu respons di kawasan yang jauh dari pos pemadam.

Baca Juga: Prediksi Skor Coventry City vs Newcastle United di Liga Inggris, Kemenangan Beruntun Menjadi Target

Keberadaan pos yang lebih dekat diharapkan dapat membantu petugas menjangkau lokasi kebakaran dengan lebih cepat. Dengan demikian, api berpeluang lebih cepat dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Di wilayah yang memiliki permukiman tersebar dan jarak antarkawasan cukup jauh, ketersediaan layanan darurat yang mudah dijangkau menjadi salah satu aspek penting dalam upaya perlindungan masyarakat dari risiko kebakaran. (zik)

 
Editor : Bahana.
damkarmat gunungkidul Pos Pemadam Kebakaran Semin kebakaran Gunungkidul BPBD Gunungkidul