Hari Jadi Gunungkidul, Pemuda Ditantang Hadir di Tengah Persoalan Warga

Dzika Fajar • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 21:30 WIB
KENDURI AGENG: Kenduri Ageng dalam rangka Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul di halaman parkir Pantai Baron, Tanjungsari, Sabtu (3/10). (Dokumentasi Pemkab Gunungkidul)
KENDURI AGENG: Kenduri Ageng dalam rangka Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul di halaman parkir Pantai Baron, Tanjungsari, Sabtu (3/10). (Dokumentasi Pemkab Gunungkidul)  

GUNUNGKIDUL - Peringatan Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan daerah. Di tengah berbagai persoalan masyarakat, peran pemuda di tingkat kalurahan hingga dusun atau padukuhan kembali disorot. Pemuda dinilai perlu lebih aktif berkolaborasi dan terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan di lingkungannya.

Ketua Karang Taruna Gunungkidul Septian Nurmansyah mengatakan, pemuda memiliki posisi strategis karena bersinggungan langsung dengan kehidupan masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu diperkuat melalui pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan.

“Khususnya bagi teman-teman pemuda terkait dengan kolaborasi bersama teman-teman muda di lingkup kalurahan maupun dusun,” kata Septian kepada Radar Jogja Senin (5/10).

Baca Juga: Dua Pasangan Suami Istri Bertarung di Pilur Bantul, Para Suami Menang Telak

Menurutnya, penguatan peran pemuda menjadi semakin penting seiring meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap tanggung jawab sosial di lingkungan masing-masing. Kalurahan hingga dusun dinilai menjadi ruang strategis untuk membangun kehidupan sosial masyarakat.

Septian mengingatkan, tanpa pembinaan dan pendampingan yang memadai, aktivitas pemuda berisiko tidak berkembang ke arah yang diharapkan.

“Jika tidak ada pembinaan atau upaya pendampingan, takutnya mengarah ke kegiatan yang kurang positif,” ujarnya.

Baca Juga: Bakteri Bacillus cereus Ditemukan dalam Sampel Makanan MBG SMKN 2 Jogja, Ini Penjelasan Dinkes DIY!

Dorongan agar peringatan Hari Jadi memiliki dampak langsung bagi masyarakat juga tercermin dalam rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-196 Gunungkidul. Tahun ini, peringatan mengusung tema “Gayeng Guyub, Waras Ragane, Tentrem Atine”, yang menekankan kebersamaan, kesehatan, dan ketenteraman.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-196 Gunungkidul Arkham Mashudi mengatakan, rangkaian kegiatan tidak dirancang sebatas seremoni. Sejumlah agenda disesuaikan dengan kondisi yang tengah dihadapi masyarakat. “Tentu ada filosofinya pada setiap acara yang diselenggarakan,” kata Arkham.

Rangkaian Hari Jadi berlangsung sejak 22 September hingga 14 Oktober 2026. Kegiatannya mencakup bidang kesehatan, bakti sosial, olahraga, UMKM, seni budaya, keagamaan hingga hiburan.

Sejumlah agenda di antaranya pengajian akbar, Gunungkidul Tourism Fest, Festival Nasional Campursari, bazar UMKM, ziarah makam mantan kepala daerah, kenduri ageng dan pasar murah, malam tirakatan, hingga peresmian sejumlah proyek pembangunan. Kegiatan sosial juga menjadi bagian dari rangkaian tersebut. Selain droping air bersih bagi warga terdampak kekeringan, panitia juga menyiapkan konser amal. (cr1/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Hari Jadi ke-196 Kabupaten Gunungkidul Gunungkidul pendampingan karang taruna pemuda