GUNUNG KIDUL - Kebakaran lahan kering melanda perbukitan Kenteng, Ponjong, Gunungkidul, Minggu (4/10/2026) malam. Api yang membesar di kegelapan sempat memicu kepanikan karena lokasinya menempel dengan sekolah dan permukiman.
Kebakaran pertama kali terlihat sekitar pukul 17.45 WIB. Warga melihat kobaran api membubung tinggi dari bukit di sebelah SMK Negeri 1 Ponjong. Karena semak dan ilalang sudah mengering akibat kemarau panjang, api dengan cepat merembet ke beberapa titik.
Kondisi tersebut membuat warga sekitar cemas api akan masuk ke fasilitas pendidikan dan rumah penduduk di bawah bukit. Laporan darurat pun masuk ke pos Damkarmat Gunungkidul.
Tak lama, tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) bersama BPBD diterjunkan. Petugas langsung membuat sekat bakar untuk memutus jalur penjalaran api, kemudian melakukan penyisiran dan pendinginan di vegetasi yang masih berasap. Medan perbukitan yang terjal dan angin sore membuat proses pemadaman memakan waktu hingga malam.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian vegetasi dan luas lahan terdampak masih didata. Petugas memastikan bara api tidak menyala kembali dengan patroli lanjutan.
Data Damkarmat BPBD Gunungkidul sendiri mencatat tren kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melonjak tahun ini. Sepanjang musim kemarau, puluhan kejadian tercatat di sejumlah kapanewon. Mayoritas penyebabnya bukan faktor alam, melainkan kelalaian manusia - seperti membakar sampah tanpa diawasi, membuka lahan dengan api, hingga kebiasaan membuang puntung rokok di semak kering.
BPBD mengimbau warga agar tidak menyalakan api di lahan terbuka, terutama saat angin kencang sore hingga malam hari. Jika menemukan titik api, segera laporkan ke Damkarmat terdekat agar tidak meluas.
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber