GUNUNGKIDUL – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Gunungkidul menemukan 64 naskah kuno dari hasil penyisiran keberadaannya di Bumi Handayani. Identifikasi dan verifikasi kini dilakukan untuk memastikan naskah yang ditemukan benar-benar memenuhi kriteria sebagai manuskrip kuno.
Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Gunungkidul Rukmini mengatakan, pendataan dilakukan secara bertahap sejak 2025 yang baru menemukan 20 naskah. “Yang lain sedang diidentifikasi. Rencana kami sampai 50,” katanya saat sosialisasi dan pembahasan hasil pendataan naskah kuno Kabupaten Gunungkidul di Kantor Dispussip Gunungkidul, Rabu (30/9/2026).
Dia menjelaskan, identifikasi tidak mudah karena tidak semua benda lama yang dilaporkan masyarakat dapat dikategorikan sebagai naskah kuno. Tim menemukan benda yang semula dianggap naskah kuno, tetapi setelah diperiksa ternyata merupakan hasil cetakan. “Ini yang perlu kami sosialisasikan, naskah kuno itu yang seperti apa?” ujarnya.
Baca Juga: SMAN 1 Sewon Bekuk SMAN 10 Jogja 40-17, Rafael: Laga Berikut Harus Enjoy
Karena itu, setiap naskah yang ditemukan harus melalui proses verifikasi. Dispussip juga berencana memberikan sertifikat kepada pemilik naskah yang telah terverifikasi. “Kami memberikan sertifikat bagi yang memiliki naskah kuno supaya naskah yang terverifikasi tidak menjadi sengketa,” jelasnya.
Perencana Ahli Muda Baperida Gunungkidul Nur Samsu mengatakan, jumlah temuan tersebut meningkat setelah dilakukan penyisiran lebih lanjut. Awalnya, pendataan menemukan 24 naskah. Setelah dilakukan penyisiran, ditemukan tambahan hingga jumlahnya mencapai 64 naskah. “Saya lihat petanya merata di seluruh kapanewon di Gunungkidul,” terangnya.
Adapun, sejumlah naskah yang ditemukan memuat teks sastra. Keberadaan manuskrip tersebut dinilai tidak sekadar menjadi benda peninggalan, tetapi juga menyimpan pengetahuan mengenai kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Baca Juga: Waspada! Sektor Perdagangan di Kota Jogja Diprediksi Sepi di Akhir Tahun, Pemkot Jogja Galakkan Ini
Peneliti BRIN yang berfokus pada kajian manuskrip, naskah kuno perlu dilestarikan karena memuat berbagai informasi mengenai sejarah, kebudayaan, dan pengetahuan. “Selain dipelihara juga dipelajari. Isinya bisa sejarah, asal usul atau hal lain yang bernilai pengetahuan,” bebernya. (cr1/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita