GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyiapkan lima lokasi untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Seluruh usulan tersebut disetujui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Lima lokasi itu berada di Pantai Sadeng, Drini, Ngandong, Baron dan Ngrenehan. Pantai Sadeng menjadi lokasi utama atau tipe hub, sedangkan empat lokasi lainnya berfungsi sebagai penyangga.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul Johan Wijayanto mengatakan, keterbatasan lahan menjadi persoalan dalam pembangunan KNMP, khususnya di kawasan Drini dan Baron. Karena itu, bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di dua lokasi tersebut harus dibongkar dan ditata kembali.
Baca Juga: Usai Makan Lotek, Pria di Wonosari Gunungkidul Tetiba Tersungkur dan Meninggal
“Karena keterbatasan lahan yang kami miliki. Salah satu syaratn KNMP harus memiliki lokasi yang sangat dekat dengan pantai,” kata Johan kepada Radar Jogja, Minggu (27/09).
Khusus TPI Baron, kondisi bangunan yang sudah lama dan bagian bawah yang mengalami ambles juga menjadi pertimbangan. Bekas bangunan TPI nantinya akan dimanfaatkan sebagai shelter, salah satu fasilitas dalam kawasan KNMP.
Johan mengatakan Pemkab hanya menangani penyiapan lahan dan pengajuan lokasi. Pembongkaran bangunan menggunakan APBD, sedangkan pembangunan KNMP dibiayai melalui APBN dari KKP.
Baca Juga: Menguak Mitos Tumbal Gunung, Tim Dance SMAN 1 Sewon Hipnotis Lewat Pertunjukan Mistik nan Magis
Dari delapan lokasi yang sempat dipertimbangkan, hanya lima yang diajukan. Tiga lokasi lain, yakni Gesing, Nampu dan Siung, tidak masuk usulan karena terkendala ketersediaan lahan.
“Dari daerah di DIY hanya Gunungkidul yang mengajukan, dan langsung lima lokasi. Alhamdulillah goal semua,” katanya.
Pembangunan lima KNMP tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Baca Juga: Lestarikan Warisan Leluhur, SMAN 2 Bantul Usung Konsep Permainan Tradisional di GOR UNY
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul Noor Ichsan menambahkan, pembangunan mulai berjalan. Salah satu lokasi disebut telah mencapai progres sekitar 15 persen.
Sosialisasi kepada nelayan juga telah dilakukan agar keberadaan KNMP tidak hanya menjadi pembangunan fisik,
“Sudah disosialisasikan ke nelayan supaya bisa naik kelas. Dengan adanya KNMP ini roda perekonomian di kawasan pesisir akan bergerak,” kata Ichsan.(cr1)
Editor : Heru Pratomo