630 Personel TNI-Polri Amankan Pilur Serentak Gunungkidul, 230 TPS Jadi Sasaran

Dzika Fajar • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 21:45 WIB
SUASANA PILUR: Suasana penyampaian visi dan misi calon lurah dalam rangkaian tahapan Pemilihan Lurah (Pilur) di Gedangsari, Gunungkidul, beberapa waktu lalu. (Dzika Fajar/Radar Jogja)
SUASANA PILUR: Suasana penyampaian visi dan misi calon lurah dalam rangkaian tahapan Pemilihan Lurah (Pilur) di Gedangsari, Gunungkidul, beberapa waktu lalu. (Dzika Fajar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL – Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan untuk mengamankan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul. Pengamanan mencakup 31 kalurahan dengan total 230 tempat pemungutan suara (TPS).

Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa mengatakan, personel yang diterjunkan tidak hanya bertugas menjaga keamanan. Mereka juga diminta memahami karakteristik wilayah dan potensi kerawanan di masing-masing lokasi penugasan.

“Polri memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh tahapan berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” tegas Damus saat memimpin apel di Mapolres Gunungkidul, Kamis (24/9).

Damus menekankan setiap anggota Polri yang terlibat pengamanan wajib menjaga netralitas. Personel dilarang memihak atau memberikan dukungan kepada kelompok maupun calon lurah tertentu.

Baca Juga: Ada Lima Tambang Ilegal, DPUPESDM DIY Klaim Telah Layangkan Surat Teguran: Akan Libatkan APH

Menurutnya, Pilur merupakan bagian dari proses demokrasi di tingkat kalurahan. Karena itu, seluruh tahapan harus dikawal agar berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan.

Personel juga diminta aktif berkoordinasi dengan panitia pemilihan dan pemangku kepentingan terkait. Setiap perkembangan situasi di lapangan harus dilaporkan secara berjenjang agar potensi gangguan dapat segera diantisipasi.

Baca Juga: Rayakan Usia Kedewasaan, Rebellion Rose dan Maha Creators Boyong Pesta Punk di Stadion Maguwoharjo

Selain TNI-Polri, pengamanan Pilur juga melibatkan 321 anggota Linmas. Mereka akan membantu pengamanan pelaksanaan pemungutan suara di tingkat kalurahan maupun TPS.

Kepala Bidang Bina Administrasi DPMKP2KB Gunungkidul Kriswantoro mengatakan, sejauh ini tahapan Pilur berjalan tanpa pelanggaran.

“Alhamdulillah secara umum tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran,” katanya.

Dia mengatakan aspek ketenteraman dan ketertiban umum menjadi ranah kepolisian. Sementara untuk pengamanan di TPS dan kalurahan, Linmas juga dilibatkan.

“Untuk pengamanan (tramtibum) meniko ranah pihak kepolisian. Untuk TPS dan di kalurahan memang juga sudah melibatkan personel dari Linmas,” ujarnya. (cr1)

Editor : Sevtia Eka Novarita
tni-[p;ri pemilihan lurah (pilur) serentak Gunungkidul tni-polri TPS