Cegah Ceceran Solar Picu Kecelakaan, Relawan Siapkan Serbuk Gergaji di Jalur Jogja-Wonosari

Dzika Fajar • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 20:30 WIB
CEGAH LAKA LANTAS: Relawan menyiapkan serbuk gergaji untuk bisa ditebar di jalur rawan ceceran solar. (DZIKA FAJAR/RADAR JOGJA)
CEGAH LAKA LANTAS: Relawan menyiapkan serbuk gergaji untuk bisa ditebar di jalur rawan ceceran solar. (DZIKA FAJAR/RADAR JOGJA)

GUNUNGKIDUL - Ceceran solar sekilas hanya terlihat seperti noda di aspal. Namun di jalur Jogja-Wonosari, terutama pada ruas tikungan dan tanjakan, tumpahan bahan bakar tersebut dapat berubah menjadi ancaman bagi pengendara.

Untuk mengantisipasi kecelakaan akibat permukaan jalan licin, Relawan Jalan Raya Slumprit (RJRS) bersama Polsek Patuk menyiapkan karung berisi serbuk gergaji di sejumlah titik sepanjang jalur tersebut. Serbuk gergaji digunakan untuk menyerap ceceran solar sebelum membahayakan pengguna jalan.

Perwakilan RJRS Jono mengatakan, karung serbuk gergaji ditempatkan mulai dari Tikungan Bokong Semar hingga Jembatan Bunder. Stok dipantau secara berkala dan segera ditambah ketika persediaan mulai menipis. “Itu melihat stok di setiap tikungan. Kalau habis ya kita langsung distribusi. Bisa seminggu sekali atau dua kali,” kata Jono Selasa (22/9).

Baca Juga: Mars De Britto Iringi Kepergian Susilo Nugroho alias Den Baguse Ngarso ke Peristirahatan Terakhir

Menurut Jono, penggunaan serbuk gergaji merupakan hasil evaluasi relawan sejak 2021. Sebelumnya, pasir digunakan untuk menangani ceceran solar. Namun, pasir yang tertinggal di permukaan jalan justru dapat menambah risiko bagi pengendara. “Akhinya menemukan serbuk gergaji yang efektif untuk meredam ceceran solar,” ujarnya.

Jalur Jogja-Wonosari menjadi akses utama menuju Gunungkidul dengan sejumlah ruas yang memiliki karakter ekstrem. Kondisi jalan yang menanjak, menurun, dan berkelok membuat ceceran bahan bakar menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.

Penanganan gangguan di jalur tersebut juga melibatkan Relawan Kecelakaan Jalan Raya (RKJR). Relawan ini berfokus pada penanganan kecelakaan, termasuk dukungan ambulans dan pengondisian lokasi kejadian.

Baca Juga: KAI Daop 6 Awali Rencana Perluasan Stasiun Lempuyangan, Respons Bertambahnya Pengguna KA

Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Gunungkidul Ipda Martana mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan ceceran solar maupun kecelakaan di jalur tersebut. “dipastikan dengan bukti pendukung dan saksi,” kata Martana.

Menurut dia, bukti pendukung diperlukan untuk mengidentifikasi kendaraan yang diduga menjadi sumber ceceran solar, terlebih apabila ceceran tersebut berkaitan dengan kecelakaan.

Martana juga mengajak masyarakat ikut menjaga ketersediaan serbuk gergaji di titik-titik yang telah disiapkan. Upaya tersebut dinilai penting agar ceceran bahan bakar dapat segera ditangani sebelum membuat permukaan jalan semakin licin. “Khusus pengemudi kendaraan berat, jangan mengisi BBM terlalu penuh karena saat melintasi jalur ekstrem pasti ada BBM yang keluar melalui selang udara,” pesannya. (cr1/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Relawan Jalan Raya Slumprit (RJRS) serbuk gergaji Kecelakaan solar Polres Gunungkidul