Baca Juga: Serahkan Kasus Pungli Alkid ke Polresta Jogja dan Pemkot, HB X: Itu Bukan Urusan Saya
Perwakilan Walhi Jogjakarta Imam Amalda Rizki Harahap mengungkapkan, hingga audiensi selesai pemerintah maupun DPRD belum memberikan kepastian terkait pembukaan akses yang terdampak pembangunan On The Rock.
"Kami juga belum mengetahui pasti kapan jalan itu (akses) Watu Bolong dibuka kembali," ungkap Imam usai audiensi di Gedung DPRD Gunungkidul, Selasa (22/9).
Ia menyayangkan jika pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator tanpa memberikan kejelasan penyelesaian persoalan itu. Dia juga menyebut pihaknya menemukan dugaan persoalan perizinan dalam pengembangan industri pariwisata di kawasan tersebut. "Seharusnya pemerintah menindak tegas,” tegasnya.
Menurut Imam, warga masih menunggu tindak lanjut pemerintah. Jika tidak ada penyelesaian yang menjawab tuntutan warga, aksi lanjutan kemungkinan dilakukan.
Hal senada disampaikan Advokasi dan Kampanye Walhi Jogjakarta Egit Andre Kelana. Dia mengatakan, persoalan On The Rock perlu ditindaklanjuti, terutama terkait kepastian aturan dalam pengembangan pariwisata. "On The Rock sebagai salah satu dari 13 pariwisata itu harus ditegakkan aturannya,” katanya.
Baca Juga: Pedagang Sayur di Pasar Argosari Sebut Harga Sayuran di Pasaran Tergantung Program MBG
Dia juga menyoroti status perizinan On The Rock. Menurutnya, apabila pemerintah mengakui usaha tersebut belum mengantongi izin, semestinya ada langkah penegakan aturan yang jelas. "Kami tidak menerima kesepakatan apa pun,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Kelompok Watubolong Suwasno mengatakan, akses yang kini dipersoalkan merupakan jalan setapak yang telah digunakan warga. “Yang sebenarnya sudah berdiri puluhan tahun,” ungkapnya.
Menurutnya, dampak pembangunan tidak hanya berkaitan dengan akses menuju pantai. Aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada kawasan wisata turut terdampak
Dia berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan pengembangan industri pariwisata, tetapi juga memastikan kepentingan masyarakat sekitar tetap terlindungi.
Ketua DPRD Gunungkidul Endang Sri Sumiyartini mengatakan, mediasi antara warga dengan manajemen pengelola lokasi wisata belum menghasilkan keputusan. Pihaknya berharap ada solusi terbaik untuk warga maupun pengelola.
"Tugas kami, wewenang yang kami miliki, ada permintaan audiensi direspons dengan menggelar pertemuan yang melibatkan berbagai pihak. Mulai dari DPRD, pemkab, manajemen On The Rock hingga warga," kata Endang. (cr1/laz)
Editor : Herpri Kartun
Sumber : Radar Jogja