GUNUNGKIDUL - Pedagang sayur di Pasar Argosari Wonosari mengeluhkan harga sejumlah komoditas yang disebut mengalami kenaikan sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan. Kenaikan paling terasa pada sayuran yang banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG.
Pedagang sayur eceran Eny Saryarti mengatakan, harga sejumlah komoditas kini sulit diprediksi. Salah satunya buncis yang saat ini mencapai Rp16 ribu per kilogram. “Padahal kalau sebelum MBG harganya Rp7.500 atau Rp 8 ribu,” ungkap Eny.
Menurutnya, kenaikan harga juga mengikuti aktivitas dapur MBG. Saat program tersebut libur, harga sayuran cenderung kembali stabil. Namun, ketika MBG kembali berjalan, harga sejumlah komoditas ikut melonjak.
Baca Juga: Dua Bulan Warga Karangtengah Alami Kekeringan, Gandung Pardiman Bantu 50 Ribu Liter Air Bersih
Eny menduga tingginya kebutuhan dari dapur MBG membuat permintaan terhadap komoditas tertentu meningkat. Kondisi tersebut kemudian ikut dirasakan pedagang di tingkat pengecer."Jadi harga di kami pengecer ini jadi mahal,” katanya.
Beberapa komoditas yang disebut terdampak antara lain buncis, kol, dan sawi putih. Ketiganya banyak digunakan untuk menu masakan praktis seperti oseng.
Pedagang lainnya, Sujirah, mengatakan pedagang berupaya mengantisipasi kenaikan harga dengan mengambil pasokan dari petani lokal. Cara tersebut dinilai membuat harga lebih relatif stabil dibandingkan mengambil sayuran dari luar daerah.
Baca Juga: Saat Jaga Ayah Yang Sedang Stroke, Guru MTs di Magelang Dipukul OTK hingga Pingsan
“Kalau dari luar kota seperti Boyolali dan Magelang itu harganya sudah beda kalau di pengecer karena langsung memasok ke supplier,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Gunungkidul Kelik Yuniantoro mengatakan Pemkab Gunungkidul terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pasokan.
Namun, pemerintah daerah memiliki keterbatasan untuk melakukan intervensi langsung terhadap harga sayuran. “Selalu kami monitor karena ada tim yang setiap hari ke lapangan untuk cek,” kata Kelik.
Pemkab mengimbau masyarakat tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah juga menyiapkan langkah intervensi apabila terjadi gejolak harga, khususnya pada komoditas strategis yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.(cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo