Sebelumnya, Radar Jogja memberitakan keterangan Perwakilan Manajemen On The Rock, Tarko Sudiarno, mengenai pembangunan destinasi tersebut. Salah satunya terkait proses sosialisasi. Tarko menyebut manajemen telah melakukan sosialisasi sebanyak tiga kali sebelum pembangunan berlangsung.
Tarko juga mengatakan manajemen telah mendata 16 warung nonpermanen di lokasi. Dari jumlah tersebut, 12 pemilik disebut bersedia pindah setelah menerima tali asih dan mendapat warung baru di kawasan Pantai Drini. Sementara empat lainnya disebut menolak tawaran tersebut.
Yulioto membenarkan pihak On The Rock pernah melakukan sosialisasi di tingkat kalurahan. Namun, dia menyebut kegiatan tersebut hanya dilakukan dua kali dan tidak melibatkan kelompok Watu Bolong maupun warga lokal.
Baca Juga: Viral Kasus Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI Rajeg Tangerang, Polisi dan FKUB Turun Tangan
"Yang mereka hadirkan hanya orang-orang mereka yang pro ataupun tenaga kerja mereka yang dalam pengakuan mereka warga lokal atau warga kelompok Watu Bolong," kata Yulioto saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (21/9).
Menurut dia, warga lokal dan anggota kelompok Watu Bolong justru tidak pernah diundang dalam kegiatan tersebut.
Yulioto juga memberikan penjelasan mengenai jumlah anggota Pokdarwis Watu Bolong. Dia menyebut kelompok tersebut sejak awal memiliki 37 anggota. "Saya tidak mengurangi ataupun menambah," tegasnya.
Jumlah tersebut, lanjutnya, sempat berkurang menjadi 30 orang setelah tujuh orang memilih pindah ke lapak On The Rock. "Lalu memang ada beberapa yang pro ke investor, termasuk Pak Lurah kami, Lurah Banjarejo dan pengikutnya berjumlah tujuh orang memilih pindah ke lapak On The Rock," ujarnya.
Setelah itu, kelompok menyepakati untuk mengembalikan jumlah anggota seperti semula menjadi 37 orang.
Yulioto juga menyebut sejumlah fasilitas yang sebelumnya dibangun bersama warga turut terdampak pembangunan On The Rock. Di antaranya kamar mandi atau toilet umum serta masjid atau musala.
Atas sejumlah keterangan yang disampaikan manajemen, Yulioto menyatakan memiliki informasi berbeda mengenai kondisi di lapangan. Dia bahkan menyatakan siap dipertemukan langsung dengan Tarko untuk membahas persoalan tersebut.
Baca Juga: Terungkap! Bukan Harga, Ini Alasan Liverpool Gagal Boyong Yankuba Minteh dari Brighton & Hove Albion
"Semua yang disampaikan Pak Tarko itu tidak ada yang benar. Saya siap untuk dipertemukan dengan beliau langsung," pungkasnya. (cr1)
Editor : Bahana.