GUNUNGKIDUL - Pembangunan 114 gerai Koperasi Desa/Kalurahan Merah Putih (KDMP) di Gunungkidul belum terbangun karena terkendala ketersediaan lahan. Dari total 144 KDMP, 30 gerai di antaranya telah selesai dibangun.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Perinkop UKM) Gunungkidul Partono mengatakan, persoalan lahan menjadi kendala utama. Lokasi yang disiapkan harus memenuhi sejumlah kriteria, termasuk tidak berada di kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) maupun lahan sawah yang dilindungi (LSD).
Kendati demikian, pihaknya belum bisa memetakan secara rinci kendala pada masing-masing lokasi. Sebab, proses verifikasi dan validasi (verval) terhadap gerai KDMP baru akan dilakukan mulai pekan depan.
"Tim verifikasi dan validasi bertugas memastikan kesesuaian hasil pembangunan dengan dokumen perencanaan. Tim verval memotret gerai agar sesuai dengan fakta yang ada di lapangan serta membandingkan dengan dokumen administrasi yang ada," katanya saat dihubungi, Minggu (20/9/2026).
Baca Juga: Awas! Masih Minim Hujan hingga Akhir Tahun, BMKG: Masyarakat Waspada Potensi Kekeringan
Partono mengimbau kalurahan untuk segera mengupayakan lahan yang clear and clean bagi ratusan gerai KDMP yang belum dibangun tersebut. Ketersediaan lahan yang memenuhi ketentuan menjadi salah satu prasyarat agar pembangunan dapat dilanjutkan.
Salah satu wilayah yang mengalami kendala ketersediaan lahan untuk gerai terjadi di Kalurahan Pundungsari, Kapanewon Semin. Lurah Pundungsari Tumin mengatakan, masih menyiapkan lokasi untuk pembangunan gerai KDMP. Survei terhadap calon lokasi telah dilakukan.
"Sedang dalam proses. Kemarin telah dilakukan survei lahan yang nantinya akan digunakan sebagai bangunan KDMP yang berada di Pasar Hewan Semin," ujarnya.
Baca Juga: Dipaksa Menyerah Dewa United, PSS Sleman Hat-trick Kekalahan di Awal Musim Super League 2026/2027
Dia memastikan penyiapan lokasi tersebut akan segera dituntaskan agar pembangunan gerai dapat dimulai. Pengurusan lahan juga dilakukan sesuai arahan agar lokasi yang digunakan berstatus clear and clean.(cr1/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita