Ada Kelok 23 tapi Minim Kawasan Industri di Kawasan Gunungkidul Selatan

Dzika Fajar • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 05:06 WIB
Kelok 23 menghubungkan Bantul dan Gunungkidul
Kelok 23 menghubungkan Bantul dan Gunungkidul

 

 

 

 

 

GUNUNGKIDUL – Jalur Baru Kretek-Girijati atau yang dikenal sebagai Kelok 23 mulai diuji coba. Terbukanya akses baru yang menghubungkan Bantul dengan Gunungkidul ini mulai dibaca Pemkab Gunungkidul sebagai peluang untuk membuka koridor pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan. Sayangnya saat ini minim kawasan industri di sana.

Seperti diektahui, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan uji coba open traffic selama tujuh hari, 14-20 September 2026. Jalan sepanjang lima kilometer tersebut merupakan bagian dari pengembangan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau Pantai Selatan (Pansela) DIJ.

Meski belum dibuka penuh, Pemkab Gunungkidul mulai menyiapkan sektor ekonomi yang diharapkan tumbuh mengikuti konektivitas tersebut. Peluang yang dibidik tidak hanya pariwisata, tetapi juga perdagangan, jasa hingga usaha mikro dan kecil di sepanjang koridor baru.

Baca Juga: Belum Ada yang Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftaran PAW Lurah Trihanggo Diperpanjang 

“Konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya tarik investasi,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul Mohamad Arif Aldian, Selasa (15/9). 

Menurut dia, Gunungkidul juga berupaya meningkatkan investasi di sektor manufaktur. Namun, pengembangannya masih menghadapi keterbatasan karena kawasan peruntukan industri di daerah tersebut belum banyak.

Kelok 23 menjadi salah satu kawasan yang telah dipetakan memiliki peluang investasi. DPMPTSP sebelumnya menyusun kajian investment project ready to offer (IPRO) yang memetakan sejumlah potensi usaha.

Baca Juga: Full Pedestrian Malioboro Belum Tentu 24 Jam, Pemprov DIY Hitung Ulang Waktu Bebas Kendaraan

 “Seperti rest area, resort atau cottage hingga SPBU,” katanya.

Kebutuhan lahan untuk pengembangan sejumlah potensi tersebut diperkirakan mencapai sekitar 3,7 hektare. Namun, ketika kajian tersebut dipaparkan pada pertengahan Agustus lalu, belum ada investor yang menyatakan minat menanamkan modal di kawasan Kelok 23.

Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kondisi tersebut adalah pembangunan jalan yang ketika itu belum sepenuhnya selesai. Kini, setelah memasuki tahap uji coba, peluang investasi tersebut kembali terbuka.

Baca Juga: Diduga Terseret Kasus Korupsi , Mantan Bupati Kebumen Arief  Sugiyanto Terjaring KPK  

 Arif mengatakan masyarakat, khususnya di Girijati, juga telah didorong untuk mempersiapkan diri. Tidak hanya dari sisi produk UMKM, tetapi juga keterampilan masyarakat untuk mengantisipasi munculnya aktivitas ekonomi maupun lapangan pekerjaan baru.

"Kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat khususnya di Girijati agar dapat melihat hal ini sebagai potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya," kata Arif.

Kelok 23 sendiri menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas Gunungkidul dari berbagai arah. Di sisi utara, Pemkab masih mendorong pengembangan jaringan tol yang diarahkan hingga Bokoharjo, Sleman, agar dapat berlanjut menuju Gunungkidul.

Baca Juga: In Memoriam Irjen Pol (Purn) Haka Astana Mantika Widya; Gusti Prabu Kenang Sosok Disiplin

Sebelumnya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, terbukanya jalur baru diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat.

“Baik destinasi wisata maupun arah ke kota, dan juga memudahkan para wisatawan utamanya yang datang ke Pantai Selatan untuk mendapatkan akses yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih aman,” kata Endah. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
Kelok 23 Endah Subekti Kuntaringsih kawasan industri pansela Gunungkidul