GUNUNGKIDUL - Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Gunungkidul hingga Kamis (10/9) mencapai Rp 20,3 miliar. Dengan target penerimaan tahun ini sebesar Rp 26,04 miliar, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) masih harus mengejar sekitar Rp 5,74 miliar hingga akhir tahun.
Kepala Bidang Penagihan, Pelayanan, dan Pengendalian BKAD Gunungkidul Aji Sukendro mengatakan, capaian penerimaan tersebut masih akan bertambah. "Untuk triwulan tiga target kami yakin Senin depan," katanya.
Namun, pekerjaan lebih berat menanti pada triwulan keempat. BKAD harus menggenjot penerimaan untuk menutup selisih sekitar Rp 5,74 miliar dari target tahunan.
Baca Juga: Korban Keracunan MBG Pandowoharjo Capai 389 Orang, Lab Temukan Bacillus Cereus pada Bola-Bola Ayam
Sejumlah kapanewon telah menyelesaikan kewajiban PBB-P2. Aji menyebut Gedangsari dan Tanjungsari sebagai dua kapanewon yang sudah lunas. Sementara wilayah lainnya masih berproses. Menurut Aji, capaian pembayaran terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Namun, proses penagihan masih menghadapi persoalan administrasi.
"Penyampaian di kalurahan terkait SPPT-nya, kadang tanah yang sudah dimiliki orang luar, jadi kan sulit. Kemudian peralihan hak, karena jual beli itu kan tanpa sepengetahuan desa," jelasnya.
Di sisi lain, BKAD mengingatkan wajib pajak untuk segera melunasi PBB-P2 sebelum jatuh tempo 30 September 2026. Pembayaran setelah jatuh tempo dapat dikenai denda administrasi sebesar 1 persen setiap bulan, dengan akumulasi maksimal 36 bulan.
Baca Juga: Viral Petugas Jogomaton Siram Arang Penjual Sate di Pedestrian Malioboro, Ini Alasannya!
Kepala BKAD Gunungkidul Putro Sapto Wahyono mengatakan, percepatan pembayaran diperlukan agar penerimaan PBB-P2 dapat memenuhi target yang telah ditetapkan. "Makanya kami terus mendorong agar warga membayar sebelum jatuh tempo," ungkapnya.
Dengan realisasi Rp20,3 miliar, penerimaan PBB-P2 Gunungkidul telah mencapai sekitar 78 persen dari target Rp26,04 miliar. Artinya, masih terdapat sekitar 22 persen target yang harus dikejar sebelum akhir tahun.(cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo