GUNUNGKIDUL - Sebanyak 131 sekolah di Kabupaten Gunungkidul mendapat persetujuan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat tahun ini. Jumlah tersebut masih jauh dari 676 sekolah yang diusulkan Dinas Pendidikan (Disdik) Gunungkidul, sehingga 545 sekolah belum terakomodasi.
Kepala Disdik Gunungkidul Nunuk Setyowati mengatakan, sebelumnya mengajukan 676 sekolah untuk mengikuti program revitalisasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada awal 2026. Rinciannya terdiri atas 236 TK, 358 SD dan 82 SMP.
“Semua sekolah yang kami usulkan merupakan satuan pendidikan yang mengalami kerusakan, baik pada bangunan maupun sarana dan prasarananya,” katanya, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Pemkab Kulon Progo dan UNY Jamin Beasiswa hingga Pengembangan Kampus
Namun, dari total pengajuan tersebut, pemerintah pusat tahun ini menyetujui revitalisasi untuk 131 sekolah. Dengan demikian, masih terdapat 545 sekolah dalam daftar usulan yang belum terakomodasi dalam persetujuan tahun ini.
Dari 131 sekolah penerima, sebanyak 42 merupakan jenjang SD. Sementara sekolah lainnya berasal dari jenjang PAUD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Seluruh sekolah yang mendapat persetujuan telah mulai berproses melaksanakan pembangunan.
Menurutnya, program revitalisasi sekolah merupakan program swakelola yang pelaksanaannya diampu langsung oleh masing-masing sekolah penerima. Karena itu, disdik tidak terlibat secara langsung dalam proses pembangunan. Peran dinas lebih pada mengetahui jumlah sekolah yang mendapat alokasi program dari pemerintah pusat.
“Dinas tidak terlibat secara langsung dalam pelaksanaan program revitalisasi. Kami hanya tahu jumlahnya berapa terkait tahun ini yang dapat,” jelasnya.
Baca Juga: Dua Perempuan Magelang Jadi Korban Pelecehan, Dibuntuti Sampai Rumah
Bentuk revitalisasi yang dilakukan berbeda-beda sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Pekerjaan tidak hanya menyangkut perbaikan sarana dan prasarana, tetapi juga struktur bangunan. Beberapa di antaranya berupa pembangunan atau perbaikan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium hingga ruang unit kesehatan sekolah (UKS). “Pengerjaan ditargetkan selesai tahun ini,” terangnya.
Salah satu sekolah penerima program yakni SMP Negeri (SMPN) 3 Gunungkidul. Kepala SMPN 3 Gunungkidul Yayuk Sri Wahyuni mengatakan, pekerjaan revitalisasi di sekolahnya saat ini telah memasuki tahap pengerjaan. Pekerjaan tersebut memiliki waktu pelaksanaan selama 120 hari.
“Saat ini sudah pada masa pengerjaan, waktu pengerjaan 120 hari, diperkirakan selesai pada Desember,” katanya.(cr1/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita