GUNUNGKIDUL - Rumah sekaligus tempat produksi mebel milik Tujono (67), warga Padukuhan Munggi Pasar RT 07/RW 32, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, terbakar pada Rabu (9/9/2026) dini hari.
Bangunan semi permanen tersebut nyaris ludes setelah api membakar material kayu, mesin produksi, hingga mebel yang siap dikirim.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.30 WIB.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB setelah petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi.
Baca Juga: Pemerintah Bidik 200 Juta Penduduk, Warga Usia 17 Tahun Bakal Dapat Rekening dan Saldo Rp50 Ribu
Kepala UPT Damkar Gunungkidul Handoko mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Prima.
Saat itu, Prima sedang melintas hendak membeli nasi goreng.
Dia melihat kobaran api sudah membesar dari bangunan yang digunakan sebagai tempat produksi mebel.
“Warga yang melihat kejadian kemudian membangunkan pemilik rumah. Karena api sudah membesar dan tidak bisa ditangani sendiri, kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Damkarmat,” ujar Handoko.
Baca Juga: Preview dan Prediksi Stuttgart vs Viking FK di Liga Champions, Tekad Die Roten Incar Awal Sempurna
Menurutnya, api cepat membesar karena bangunan tersebut digunakan sebagai tempat produksi mebel dan menyimpan banyak material yang mudah terbakar.
Di dalamnya terdapat kayu bahan mebel, hasil produksi, serta lima unit mesin produksi.
“Bangunan tersebut digunakan untuk usaha mebel. Ada lima unit mesin produksi, kayu bahan mebel, bahan baku, serta mebel yang sudah siap dikirim,” jelasnya.
Petugas Damkarmat Gunungkidul mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran dan dua armada suplai untuk menjinakkan api.
Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang dapat memicu kebakaran kembali.
Baca Juga: Dua Hari Usai Konsumsi MBG Siswa di Turi Masih Alami Gejala Keracunan, Korban Capai 101 Orang
Handoko mengatakan, bagian bangunan yang terbakar mengalami kerusakan cukup parah. Sekitar 80 persen bangunan hangus terbakar.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Namun, kebakaran mengakibatkan lima unit mesin produksi, bahan baku kayu, dan sejumlah mebel yang siap dikirim ikut terbakar.
Kerugian akibat kebakaran sementara ditaksir mencapai sekitar Rp 250 juta.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum diketahui.
“Penyebab kebakaran sampai saat ini belum diketahui dan masih dilakukan penanganan serta assessment di lokasi,” ungkap Handoko. (cr1)
Editor : Meitika Candra Lantiva