30 Puskesmas Gunungkidul Belum Punya Psikolog Klinis, Gandeng UGM Perluas Layanan Kesehatan Jiwa

Dzika Fajar • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 21:15 WIB
KERJA SAMA: Dinkes Gunungkidul menggandeng Fakultas Psikologi UGM untuk menempatkan mashasiswa praktik profesi psikologi di puskesmas. (DZIKA FAJAR/RADAR JOGJA)
KERJA SAMA: Dinkes Gunungkidul menggandeng Fakultas Psikologi UGM untuk menempatkan mashasiswa praktik profesi psikologi di puskesmas. (DZIKA FAJAR/RADAR JOGJA)

GUNUNGKIDUL - Keterbatasan tenaga psikologi klinis masih menjadi tantangan dalam layanan kesehatan jiwa di Kabupaten Gunungkidul. Dari 30 puskesmas yang ada, belum satu pun memiliki tenaga psikologi klinis.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul kemudian menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperluas akses layanan psikologi di tingkat puskesmas.

Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul Ismono mengatakan, kerja sama tersebut masih dalam tahap uji coba. Sebanyak 11 mahasiswa yang sedang menjalani praktik profesi psikologi ditempatkan di empat puskesmas, yakni Puskesmas Wonosari 1, Wonosari 2, Karangmojo 1, dan Karangmojo 2.

Baca Juga: Potensi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau ke DIY Sangat Kecil, Masyarakat Tetap Diminta Waspada

“Untuk membantu edukasi kesehatan jiwa masyarakat,” kata Ismono Senin (7/9).

Menurutnya, program tersebut diharapkan dapat membantu mengisi keterbatasan tenaga psikologi di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Jika hasil uji coba dinilai baik, dinkes akan mengupayakan agar program praktik profesi tersebut dapat dilanjutkan secara berkesinambungan.

Ismono menegaskan, mahasiswa yang menjalani praktik tetap berada dalam pendampingan supervisor dari puskesmas. Penanganan pasien pun dilakukan sesuai mekanisme pelayanan kesehatan yang berlaku.

Baca Juga: Jaga Lingkungan DIY 30 Tahun ke Depan, Raperda RPPLH Terapkan Nilai-Nilai Hamemayu Hayuning Bawana

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Gunungkidul Wanda Abrar menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan jiwa terlebih dahulu menjalani pemeriksaan oleh dokter umum. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan kebutuhan dukungan psikologis, pasien kemudian mendapatkan pendampingan dari tenaga yang tersedia.

“Kalau ada pasien kita bantu bersama dengan para tenaga kesehatan dari UGM yang sedang praktik profesi,” ujarnya. (cr1/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
layanan psikologi Dinkes Kabupaten Gunungkidul psikolog klinis kesehatan jiwa puskesmas