Bantuan dari Danais, Enam Rumah Warga Bejiharjo Gunungkidul Dibangun dengan Gaya Tradisional Jawa

Dzika Fajar • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:21 WIB
GEBYOK: Pekerja membawa gebyok atau sekat rumah berbahan kayu untuk dipasang pada salah satu rumah penerima program pembangunan RLH di Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. (DZIKA FAJAR/RADAR JOGJA)
GEBYOK: Pekerja membawa gebyok atau sekat rumah berbahan kayu untuk dipasang pada salah satu rumah penerima program pembangunan RLH di Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul. (DZIKA FAJAR/RADAR JOGJA)
 

GUNUNGKIDUL - Enam keluarga di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, segera memiliki hunian layak dengan tetap mempertahankan karakter rumah tradisional Jawa.

Pembangunan tersebut merupakan program Dinas PUPESDM DIY melalui Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang didanai Dana Keistimewaan (Danais) DIY.

Program tersebut diwujudkan melalui pembangunan baru enam unit Rumah Layak Huni (RLH) dengan gaya tradisional Jawa.

Selain rumah, program ini juga mencakup pembangunan satu unit Gapura Lar Badhak sebagai bagian dari integrasi perumahan dan kawasan permukiman (PKP).

Baca Juga: Warga Kalurahan Kranggan Kulon Progo Keluhka Aktivitas Pembuangan dan Pembakaran Sampah Ilegal

Dukuh Bulu Agung Subekti mengatakan, enam warga penerima program dipilih dengan mempertimbangkan kondisi rumah yang sebelumnya tidak layak huni.

Selain itu, penerima harus masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

“Persyaratan memang itu dan harus lengkap,” kata Agung.

Menurutnya, desain rumah telah ditentukan dalam program tersebut.

Meski dibangun sebagai hunian baru, karakter rumah kampung tetap dipertahankan dengan mengadopsi gaya tradisional Jawa.

Dari enam unit yang dibangun, dua di antaranya menggunakan model limasan.

Baca Juga: Sering Minum Air Lemon untuk ‘Detox’? Hati-Hati, Gigi Bisa Jadi Korban

“Karena berkaitan dengan PSU terintegrasi yang memang anggaran dari Danais, desain rumah sudah ditentukan. Yang awalnya rumah kampung tetap dengan desainnya, yang model limasan ada dua,” ujarnya.

Kini pembangunan telah mencapai sekitar 90 persen.

Sejumlah pekerjaan seperti pemasangan gebyok penyekat ruangan, serta finishing kamar mandi dan wastafel masih dalam proses penyelesaian.

Salah satu penerima manfaat, Tatik Rahmani mengaku pembangunan rumah tersebut menjadi jawaban atas penantiannya selama bertahun-tahun.

Ia mengatakan telah beberapa kali mengajukan bantuan perbaikan rumah melalui berbagai program pemerintah.

Baca Juga: Kebakaran Rumah Panggung Kampung Adat Sinar Resmi Sukabumi, Penghuni Selamat

“Kalau diajukan sebenarnya sudah lama, ada lima tahunan. Diajukan di berbagai program pemerintah, alhamdulillah program ini jadi,” kata Tatik.

Bagi Tatik, rumah baru tersebut bukan sekadar bangunan baru. Kondisi rumah sebelumnya yang tidak layak membuat bantuan itu sangat berarti bagi keluarganya.

“Benar-benar sangat membantu. Dari yang dulu rumahnya nggak layak terus jadi bagus. Karena kami keterbatasan, ya bersyukur,” ujarnya.

Pembangunan enam rumah tersebut ditargetkan selesai pada 23 September.

Namun, melihat progres pekerjaan yang telah mencapai sekitar 90 persen, penyelesaian diperkirakan dapat dilakukan lebih cepat.

Baca Juga: Skema Bola Mati Arema Sangat Optimal, Marcos Santos: Kami Tidak Memulai Ini Dari Sekarang

Tatik berharap rumah yang dibangun dengan material kayu tersebut dapat digunakan keluarganya dalam jangka panjang.

“Walaupun dari segi dana terbatas, semoga awet dengan material full kayu seperti ini,” katanya. (cr1)

Editor : Meitika Candra Lantiva
Bantuan Danais Rumah Warga Bejiharjo Gunungkidul Gaya Tradisional Jawa Danais Dinas PUPESDM DIY