GUNUNGKIDUL - Kemarau panjang mulai menggerus ketersediaan rumput pakan ternak di Gunungkidul. Rumput yang biasanya cukup dicari di sekitar lahan dan kebun, kini semakin sulit ditemukan. Peternak sapi pun terpaksa membeli pakan untuk memenuhi kebutuhan ternaknya.
Kondisi tersebut menjadi beban tambahan bagi peternak rumahan. Salah satu penjual rumput di Mulo, Wonosari Kamal Mustofa mengatakan, pasokan rumput yang dijualnya kini didatangkan dari sejumlah daerah.
"Ini mendatangkan dari beberapa daerah, seperti Boyolali. Ya enggak mungkin dapat banyak di Gunungkidul, apalagi kalau wayah kemarau seperti ini," katanya.
Baca Juga: BPBD DIY Catat 6 Juta Liter Air Bersih Telah Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Kekeringan
Tingginya kebutuhan membuat stok rumput yang didatangkan pedagang cepat terserap. Kamal biasanya mulai menyiapkan pasokan sejak tengah malam untuk kemudian dijual pada pagi hari. "Stok biasanya pukul 24.00, pagi mulai pada beli ke sini," ujarnya.
Dalam sehari, Kamal mengaku bisa menyediakan sekitar 1.000 ikat rumput. Jumlah tersebut habis dibeli peternak. Harga yang dipatok Rp 1.000 per batang, sedangkan satu ikat dijual sekitar Rp 5.000. Bagi peternak sapi, kondisi tersebut membuat pengeluaran untuk pakan meningkat.
Mangsur, salah satu pembeli mengatakan, dalam sehari dirinya dapat menghabiskan sekitar Rp 75 ribu untuk membeli rumput. "Itu saja baru pakan, nanti juga dicampur dengan damen supaya ngririt," katanya.
Baca Juga: Buruh Trans Jogja Ultimatum Desember, Siap Gelar Aksi Besar jika Upah Lembur Tak Dibayar
Ia mengatakan, pada kondisi normal kebutuhan rumput tidak terlalu membebani karena bisa mencari sendiri. Pembelian rumput biasanya hanya menjadi pilihan ketika pasokan dari lingkungan sekitar tidak mencukupi. Memasuki kemarau panjang, kondisi tersebut sulit dilakukan.
Rumput semakin terbatas sehingga membeli menjadi pilihan paling praktis, meski harus mengeluarkan biaya lebih besar. "Enggak bisa diandalkan rumput kalau seperti ini. Alternatifnya ya beli, praktis tapi ya mahal," keluhnya.
Mangsur berharap hujan segera turun. Selain mengembalikan ketersediaan rumput, turunnya hujan juga akan membuat peternak kembali lebih mudah memenuhi kebutuhan pakan sapi tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari pedagang.(cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo