GUNUNGKIDUL - Kandang sapi milik Slamet, 65, warga Padukuhan Mengger, Kalurahan Nglipar, Kapanewon Nglipar, terbakar pada Sabtu (5/9/2026) petang. Api diduga berasal dari bara tumpukan jerami yang sebelumnya dibakar di dalam kandang.
Kapolsek Nglipar AKP Paryadi mengatakan, sebelum kejadian korban membakar tumpukan jerami di dalam kandang. Setelah api dianggap padam, korban kemudian masuk ke rumah untuk melaksanakan salat Magrib.
Namun, seusai salat, korban mendapat pemberitahuan dari tetangganya bahwa api kembali membesar. Kobaran api telah merembet ke bagian atap kandang yang terdapat tumpukan jerami lainnya.
“Korban kemudian meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk memadamkan api dan menyelamatkan sapi yang berada di dalam kandang,” kata Paryadi.
Baca Juga: Kalahkan Ronaldo dan Mbappe, Erling Haaland Lebih Cepat untuk Cetak 300 Gol untuk Klub
Dari laporan tersebut, Damkarmat Gunungkidul mengerahkan dua unit mobil pemadam ke lokasi. Pemadaman dilakukan bersama warga hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.50 WIB.
Kepala UPT Damkarmat Gunungkidul Handoko mengatakan, kondisi di dalam kandang membuat api mudah membesar. Selain jerami, terdapat pakan ternak dan tumpukan kayu bakar yang ikut terbakar.
Saat kejadian, kandang tersebut berisi tiga ekor sapi. Dua ekor berhasil diamankan warga, sedangkan satu ekor lainnya kabur saat terjadi kepanikan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu bara dari jerami yang sebelumnya dibakar. Bara yang masih tersisa kembali menyala dan kemudian menjalar ke material kering di sekitar kandang.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Kandang beserta sejumlah material di dalamnya terbakar dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta.
Handoko mengimbau masyarakat memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi, terutama ketika pembakaran dilakukan di sekitar jerami, pakan ternak, maupun kayu bakar.
“Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Jangan sampai masih ada bara yang bisa kembali menyala, apalagi di dekat material yang mudah terbakar,” imbaunya.(cr1)
Editor : Bahana.