GUNUNGKIDUL - Kebakaran lahan terjadi di tiga wilayah Gunungkidul dalam waktu sekitar dua jam, Kamis (3/9). Total lahan yang terdampak diperkirakan mencapai 5,8 hektare, sebagian besar berupa tegakan jati dan vegetasi kering.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Gunungkidul Handoko mengatakan, tiga kejadian tersebut masing-masing terjadi di kawasan Gunung Payung, Blimbing, Kalurahan Umbulrejo, Kapanewon Ponjong; Dusun Tuwuhan, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo; serta Siyono Kulon, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen.
Kebakaran pertama menjadi yang paling luas. Api membakar sekitar lima hektare lahan di kawasan pegunungan Gunung Payung. Lahan tersebut didominasi pohon jati dan tumpukan dedaunan kering. Informasi kebakaran diterima petugas sekitar pukul 11.20.
Baca Juga: Dikebut! Konstruksi Sudah 90 Persen, Proyek Tol 2.2 Trihanggo-Junction Ditarget Fungsional Nataru
Berdasarkan informasi di lapangan, api diduga berasal dari aktivitas pembukaan lahan pertanian dengan cara membakar dedaunan. Kondisi vegetasi yang kering membuat api mudah merembet.
“Dugaan sementara api merembet dari aktivitas pembakaran dedaunan. Kondisi lahan yang kering membuat api cepat meluas,” kata Handoko.
Kobaran berhasil dikendalikan sebelum mencapai permukiman warga. Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala. Kebakaran kedua terjadi di lahan jati milik Silah di Dusun Tuwuhan RT 01/RW 11, Kalurahan Jatiayu, Kapanewon Karangmojo. Luas lahan yang terbakar diperkirakan 0,5 hektare.
Baca Juga: Memperingati 14 Tahun Disahkannya UUK DIY; Nilai-Nilainya Harus Terus Hidup di Masa Depan
Warga melihat kobaran api sekitar pukul 11.30 dan segera melaporkannya kepada Pos Damkarmat Gunungkidul. Api sempat mengancam permukiman warga di sisi selatan yang berjarak sekitar 50 meter.
Sementara itu, kebakaran ketiga terjadi di Siyono Kulon 33/06, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen. Laporan diterima sekitar pukul 13.40 setelah warga melihat api membesar. Lahan jati milik Wahyo seluas sekitar 0,3 hektare terdampak kebakaran.
Api juga sempat berpotensi merambat ke permukiman warga yang berjarak sekitar 50 meter di sebelah selatan.
Baca Juga: Sebulan Curi Sebelas Lampu Proyek Tol, Pria Asal Gamping Sebabkan Kontraktor Rugi Rp 13 Juta
Dia mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka, terutama di tengah kondisi lahan yang kering. Tumpukan daun jati dan vegetasi yang mengering dapat menjadi bahan bakar yang membuat api cepat merambat.
“Jangan melakukan pembakaran sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar. Api kecil sekalipun bisa cepat merembet ketika kondisi lahan kering,” tuturnya.
Baca Juga: Babinsa di Sleman Kemalingan Burung Murai Batu, Rugi Rp 11 Juta
Sementara itu, Kepala Kasubbag TU Damkarmat Gunungkidul Ngadiyono mengatakan, penanganan di salah satu titik juga mendapat dukungan dari warga dan Babinsa. Kondisi tersebut membantu proses pengendalian api, terlebih kejadian berlangsung dalam waktu berdekatan.
“Untuk titik Bedoyo sudah terkondisi warga dan Babinsa. Karena waktunya juga bersama,” kata Ngadiyono. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo