GUNUNGKIDUL-Lima kebakaran lahan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Gunungkidul dalam sehari. Kondisi itu menjadi perhatian Damkarmat karena sebagian titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau armada pemadam.
Hingga Senin (24/8) malam, lima kejadian tersebut tercatat di lahan Kuwon, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu; Resan Jerukwudel, Kapanewon Girisubo; lahan Katongan, Kapanewon Nglipar; lahan Rongkop; serta Resan Ngeposari, Kapanewon Semanu.
Kepala UPT Damkarmat Kabupaten Gunungkidul Handoko mengatakan, akses menuju lokasi menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman kebakaran lahan. Kondisi itu membuat armada tidak selalu bisa mendekati titik api.
Baca Juga: PLTS Gajah Mungkur Mulai Dibangun, Diproyeksikan Hasilkan Listrik 218 GWh
Salah satunya terjadi di Padukuhan Nglebak, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar. Lokasi kebakaran berada di kawasan lahan Perhutani yang cukup masuk ke dalam sehingga menyulitkan mobil pemadam untuk menjangkau titik api.
"Iya (akses) kayak di Nglipar itu harus masuk (tempatnya)," kata Handoko saat dihubungi, Selasa (25/08/2026)
Berdasarkan laporan BPBD Gunungkidul, kebakaran di Nglebak diketahui warga sekitar pukul 16.45 WIB, setelah api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 16.30 WIB. Laporan kemudian diteruskan kepada Damkarmat Gunungkidul. Hingga penanganan dilakukan, penyebab kebakaran belum diketahui secara pasti.
Baca Juga: Abadikan Wartawan Udin Jadi Nama Jalan, Bertemu Bupati Bantul, Bagya Ceritakan Keputusan DPRD 1998
Api membakar lahan Perhutani seluas sekitar tiga hektare. Sebagian besar area yang terdampak ditumbuhi pohon jati. Pemadaman dilakukan petugas bersama masyarakat setelah melakukan assessment di lokasi.
Karena akses menuju titik api terbatas, petugas tidak sepenuhnya dapat mengandalkan armada pemadam. Damkarmat bersama Polsek Nglipar dan masyarakat melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan sederhana yang tersedia di sekitar lokasi.
"Bersama Polsek Nglipar dan damkar memadamkan menggunakan ranting," ujarnya.
Baca Juga: Bertani Bermodalkan 50 Galon Bekas, Warga Gemblakan Berhasil Kembangkan Urban Farming di Rooftop
Menurut Handoko, kondisi semacam itu menjadi pertimbangan Damkarmat untuk mengusulkan tambahan peralatan yang dapat dibawa secara manual ke lokasi kebakaran. Salah satunya berupa ransel air yang dinilai lebih praktis untuk menjangkau titik api yang tidak bisa dilalui kendaraan.
"Kami baru usul ransel air melalui APBD perubahan dan BTT," kata Handoko.
Baca Juga: Terjerat Benang Layangan, Damkar Kabupaten Magelang Selamatkan Burung Hantu
Dalam penanganan kebakaran Nglebak, personel Damkarmat Gunungkidul dibantu TRC BPBD Gunungkidul dan masyarakat. Kebakaran tersebut ditaksir menimbulkan kerugian sekitar Rp 1 juta.
Tidak ada rumah maupun sarana dan prasarana vital yang terdampak dalam kejadian tersebut. Meski demikian, rangkaian kebakaran lahan dalam sehari menjadi pengingat agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan rawan terbakar.(cr1)
Editor : Heru Pratomo