GUNUNGKIDUL- Seorang pelajar SMP yang diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, masih belum berani keluar rumah. Kondisi tersebut disebut terjadi sejak peristiwa dugaan pengeroyokan pada Sabtu (22/8/2026) lalu.
Ayah korban Yohanes Supoyo mengatakan, anaknya hingga Selasa (25/8/2026) masih lebih banyak berada di rumah. Bahkan, korban belum kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
"Semenjak kejadian anak saya tidak keluar rumah, mungkin masih trauma," kata Supoyo saat ditemui di rumahnya, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: 7 Ciri Loker Bodong Paling Sering Ditemui, Diminta Bayar Jadi Urutan Nomor 1
Dia mengatakan, pada Senin (24/8/2026), anaknya juga tidak berangkat sekolah. Keluarga masih memberikan waktu kepada korban untuk memulihkan kondisi setelah kejadian tersebut.
"Kemarin Senin tidak berangkat sekolah, karena kaki bagian sini (kiri) masih sakit" ujarnya.
Di tengah kondisi korban yang belum pulih, Supoyo menegaskan keluarga tetap akan membawa perkara tersebut melalui proses hukum. Ia tidak ingin penanganan kasus berhenti setelah laporan diterima kepolisian.
"Kalau saya bilang maju ya maju," tegas pria yang akrab disapa Peyek tersebut.
Baca Juga: PSS Sleman Asah Set Piece, Pieter Huistra Bidik Gol dari Bola Mati
Supoyo mengaku sejumlah pihak telah menawarkan bantuan advokat kepada keluarga. Namun, untuk saat ini keluarga masih menunggu proses hukum berjalan. Jika perkara mulai masuk tahapan lebih lanjut, ia menyatakan siap menerima pendampingan hukum tersebut.
"Sebenarnya banyak yang menawarkan advokat kepada saya. Kalau proses hukum sudah mulai akan saya terima tawaran itu," katanya.
Selain berharap proses hukum berjalan, Supoyo meminta kepolisian bergerak cepat mengusut dugaan pengeroyokan tersebut. Ia berharap pihak yang nantinya terbukti terlibat dapat ditindak sesuai ketentuan hukum.
"Kami meminta kepolisian bergerak cepat dan menindak tegas," ujarnya.
Baca Juga: Usung Sleman Style, Pieter Huistra Tegaskan PSS Tak Akan Ubah Identitas Permainan
Hingga Selasa (25/8/2026), belum ada keluarga dari pihak terduga pelaku yang datang menemui keluarga korban untuk membicarakan persoalan tersebut.
Supoyo mengatakan, sebelumnya memang sempat ada pihak yang hendak datang ke rumah. Namun, rencana tersebut batal dengan pertimbangan keamanan.
"Kemarin ada yang mau ke sini, namun karena alasan keamanan, terus enggak jadi," ungkapnya.
Sementara itu, kasus dugaan pengeroyokan tersebut masih ditangani Polsek Tanjungsari. Polisi sebelumnya menyatakan masih melakukan penyelidikan dan belum dapat meminta keterangan korban karena kondisi yang bersangkutan belum memungkinkan.
Baca Juga: Berawal dari Warga Bakar Sampah, Lahan Salak Seluas 1000 Meter di Sleman Terbakar
Dugaan pengeroyokan tersebut bermula dari persoalan saling ejek melalui WhatsApp. Korban kemudian diajak bertemu di kawasan Pantai Sepanjang. Pertemuan itu diduga berujung pada kekerasan terhadap korban.
Kasus tersebut mencuat setelah video yang diduga merekam aksi kekerasan terhadap korban beredar di media sosial. Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. (cr1)
Editor : Meitika Candra Lantiva