Undur-Undur Laut Bermunculan di Pantai Baron, Warga Ketiban Berkah

Dzika Fajar • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:00 WIB
JARING REZEKI: Warga menjaring undur-undur laut di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Minggu (23/8/2026). Dzika Fajar/Radar Jogja 
JARING REZEKI: Warga menjaring undur-undur laut di Pantai Baron, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Minggu (23/8/2026). Dzika Fajar/Radar Jogja 

GUNUNGKIDUL- Hamparan pasir Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, belakangan menjadi lokasi perburuan bagi sebagian warga. Bukan mencari ikan atau kerang, mereka justru sibuk mengais pasir untuk mendapatkan undur-undur laut.

Kemunculan hewan kecil yang bentuknya sekilas menyerupai kepiting tersebut menjadi berkah tersendiri. Sebab, undur-undur laut tidak selalu mudah ditemukan sepanjang tahun.

Darno, salah seorang warga yang biasa mencari undur-undur laut, mengatakan berdasarkan pengalamannya, periode Juni hingga Oktober menjadi waktu yang lebih memungkinkan untuk mendapatkannya.

“Musim kemarau, terutama ketika pasir benar-benar kering,” kata Darno saat ditemui di Pantai Baron, Minggu (23/8/2026).

Baca Juga: HB X: Ubah Keterbatasan Gunungkidul Jadi Kekuatan, Dorong Pramuka Perkuat Ketahanan Pangan dan Ini..

Untuk mendapatkannya, warga harus jeli melihat permukaan pasir. Lubang-lubang kecil berbentuk corong menjadi salah satu tanda yang mereka gunakan untuk menemukan keberadaan undur-undur laut yang berada di bawah pasir.

Aktivitas tersebut membutuhkan ketelitian. Warga menyusuri bagian tertentu di tepian pantai, kemudian mengais pasir pada titik-titik yang dianggap menjadi tempat keberadaan hewan tersebut.

Sunaryanto, warga lainnya, mengatakan kemunculan undur-undur laut kali ini terbilang jarang. Jumlahnya disebut cukup banyak dibandingkan kondisi biasanya.

“Jarang-jarang seperti ini, biasanya kalah habis ombak besar,” katanya.

Baca Juga: Pedagang Nasi Gurih Sekaten Kauman Keluhkan Penjualan Menurun

Saat sedang melimpah, hasil pencarian warga bisa mencapai puluhan kilogram dalam sehari, tergantung kondisi dan banyaknya undur-undur laut yang ditemukan.

Hasil tangkapan tersebut kemudian dijual. Sunaryanto mengatakan harga undur-undur laut berada di kisaran Rp4.000 hingga Rp5.000 per kilogram.

Bagi warga, aktivitas ini menjadi sumber tambahan penghasilan yang sifatnya musiman. Ketika undur-undur laut kembali sulit ditemukan, aktivitas mencari pun berhenti dan warga kembali mengandalkan pekerjaan lainnya. (cr1)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
pantai baron undur-undur ketiban berkah