Viral Video Pelajar SMP Diduga Dikeroyok di Pantai Sepanjang, Berawal Saling Ejek di WhatsApp

Dzika Fajar • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:13 WIB
BUKTI LAPORAN: Ayah korban Supoyo menunjukkan surat laporan terkait dugaan pengeroyokan yang dialami anaknya di kawasan Pantai Sepanjang, Tanjungsari, Minggu (23/8/2026). (Dzika Fajar/Radar Jogja)
BUKTI LAPORAN: Ayah korban Supoyo menunjukkan surat laporan terkait dugaan pengeroyokan yang dialami anaknya di kawasan Pantai Sepanjang, Tanjungsari, Minggu (23/8/2026). (Dzika Fajar/Radar Jogja)

GUNUNGKIDUL- Candaan melalui WhatsApp berujung dugaan pengeroyokan terhadap seorang pelajar SMP di kawasan Pantai Sepanjang, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Sabtu (22/8/2026) sore. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan pihak keluarga ke Polsek Tanjungsari.

Ayah korban, Supoyo mengatakan, persoalan bermula ketika anaknya bercanda dengan sejumlah teman melalui WhatsApp. Candaan tersebut diduga membuat salah satu pihak tidak terima. Korban kemudian diminta meminta maaf dan melakukan klarifikasi.

"Korban dan pelaku belum pernah ketemu karena awalnya ejek-ejekan lewat WhatsApp," kata Supoyo kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).

Korban selanjutnya diminta bertemu di kawasan Pantai Sepanjang. Sebelum pertemuan, korban disebut sempat diminta menyampaikan permintaan maaf sambil direkam menggunakan kamera ponsel.

Persoalan kemudian berkembang setelah muncul permintaan uang sebagai kompensasi. Nominal yang diminta disebut mencapai Rp500 ribu. Korban kemudian menawar menjadi Rp250 ribu.

Baca Juga: Roberto De Zerbi Klaim Tottenham Hotspur Belum Menjadi Sebuah Tim yang Utuh

"Minta maaf tidak apa, tapi Rp500 ribu. Kalau tidak punya ya Rp250 ribu," ujar Supoyo menirukan permintaan tersebut.

Namun, upaya penyelesaian itu tidak berujung damai. Korban justru diarahkan menuju lokasi yang lebih sepi di kawasan pantai. Di lokasi tersebut, korban diduga mengalami kekerasan yang dilakukan oleh dua orang.

Aksi tersebut juga disebut direkam menggunakan telepon seluler dan disaksikan sejumlah teman sebaya. Supoyo menyebut dua orang yang diduga melakukan pengeroyokan berinisial AF dan IQ. Sementara seorang pelajar berinisial V disebut berada di lokasi dan diduga berperan sebagai provokator.

Dua terduga pelaku disebut merupakan pelajar SMP di wilayah Kapanewon Tanjungsari. Sedangkan korban bersekolah di SMP lain di wilayah yang sama. Mereka disebut sama-sama duduk di kelas VIII.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di bagian kaki, tangan, punggung dan iga. Hingga Minggu (23/8/2026), korban disebut belum dapat dimintai keterangan karena kondisinya belum memungkinkan.

Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjungsari. Supoyo mengatakan keluarga tetap membuka kemungkinan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, menurut dia, proses hukum tetap perlu berjalan.

"Kalau kekeluargaan tidak apa, tapi proses hukum akan tetap lanjut," ujarnya.

Supoyo juga menyayangkan dua terduga pelaku tidak langsung ditahan setelah kejadian. Kendati demikian, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwa tersebut.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Desa Adat Sade Lombok Tengah, 120 Rumah Tradisional Suku Sasak Ludes Dilahap Api

Sementara itu, Kapolsek Tanjungsari AKP Agus Fitriyatna membenarkan adanya laporan dari ayah korban. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi dalam proses penyelidikan.
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Agus.(cr1)

Editor : Bahana.
polsek tanjungsari pengeroyokan Gunungkidul pantai sepanjang