GUNUNGKIDUL - Sebanyak 109 siswa MI YAPPI Natah, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul kembali belajar di ruang kelas masing-masing Jumat (21/8). Sebelumnya, mereka harus berpindah-pindah belajar di tiga lokasi setelah sekolah diduga menjadi sasaran pembakaran.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) kembali digelar di sekolah setelah sejumlah ruangan dinyatakan sudah dapat dibersihkan pascapemeriksaan petugas. Lantai dan bagian dalam ruang kelas juga telah dibersihkan sehingga siswa bisa mengikuti pembelajaran seperti biasa. "Hari ini (kemarin, Red) KBM sudah mulai normal di kelas masing-masing karena sudah boleh dibersihkan setelah diperiksa," ujar Kepala Sekolah MI YAPPI Natah Dedy Irawan saat ditemui Radar Jogja Jumat (21/8).
Baca Juga: Sengaja Dibakar oleh Anak-Anak. Total Lahan Terdampak Kebakaran Empat Hektare
Sebelumnya, kondisi darurat membuat pihak sekolah memindahkan kegiatan belajar ke tiga lokasi. Siswa mengikuti pembelajaran sementara di Masjid Arohma, Musala Al Azmi, dan Balai Padukuhan Blembeman 1. “Kami pindahkan sementara supaya kegiatan belajar mengajar tetap terlaksana," katanya.
Meski kegiatan belajar telah kembali normal, kasus dugaan pembakaran sekolah masih dalam penanganan kepolisian. Pihak sekolah telah membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut.
Baca Juga: Tendangan Kungfu Warnai Piala Soeratin U-13, Asprov PSSI DIY Gelar Sidang Komdis
Dedy mengatakan, hingga kini pihak sekolah belum menerima informasi lebih lanjut mengenai perkembangan laporan. "Laporan sudah dibuat, sampai saat ini kami belum mendapatkan tindak lanjut dari pihak kepolisian," ungkapnya.
Sebelumnya, MI YAPPI Natah diduga menjadi sasaran pembakaran oleh orang tak dikenal pada Rabu (19/8) pagi. Penjaga sekolah menemukan bekas penyiraman solar di sejumlah bagian bangunan. Bekas kebakaran terlihat dari area dapur hingga bagian atap. (cr1/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita