GUNUNGKIDUL - Gelombang besar kembali mengancam aktivitas nelayan di pesisir Gunungkidul.
Dalam sehari, dua kecelakaan laut terjadi saat nelayan hendak menepi setelah melaut, Rabu (19/8/2026).
Lima nelayan sempat terhempas ke air, beruntung seluruhnya selamat dari insiden tersebut.
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 05.30 WIB di jalur pelawangan Pelabuhan Pantai Sadeng, Kalurahan Songbanyu, Kapanewon Girisubo.
Baca Juga: Dosen UAJY Raih Hibah BRIN, Kembangkan Wisata Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
Perahu jukung yang ditumpangi Tandang 37, terhempas gelombang besar hingga terbalik saat hendak masuk ke dermaga.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah Operasi I Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan, perahu tersebut baru selesai digunakan untuk aktivitas melaut dan hendak kembali ke daratan.
“Di jalur keluar masuk atau pelawangan Pantai Sadeng perahu terhempas gelombang besar sehingga lepas kendali dan terbalik,” kata Sunu Handoko saat dihubungi melalui sambungan telpon Rabu (19/08/2026)
Tandang kemudian terhempas ke air.
Beruntung, jaraknya dengan beton kubus pemecah gelombang tidak jauh sehingga ia dapat berenang menuju tepian dan selamat.
Baca Juga: Pemerintah Tanggapi 8 Tuntutan Mahasiswa Demo BEM UI: Semua Saran dan Masukan Akan Didengar
Setelah menerima laporan, anggota SRI Wilayah Operasi I bersama Polairud Pos Sadeng, TNI AL Pos Sadeng, serta warga nelayan membantu mengevakuasi perahu ke daratan.
Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp 12 juta.
Sekitar dua jam kemudian, kecelakaan kembali terjadi di jalan perahu Pantai Siung, Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus.
Kali ini empat nelayan mengalami kecelakaan ketika hendak menepi setelah melaut.
Keempatnya yakni Anjar 32 sebagai tekong, serta Ristanto 39, Gembor 45, dan Marwan 28.
Baca Juga: Menjadi Urat Nadi Digital Dunia, Inilah Fakta Menarik Kabel Bawah Laut!
Perahu yang mereka gunakan terhantam gelombang hingga terbalik.
“Namun setelah sampai di pintu keluar masuk perahu, terhantam gelombang dan perahu terbalik,” ujar Sunu.
Keempat nelayan terpental ke air.
Namun mereka masih dapat mengapung karena menggunakan pelampung atau life jacket.
Nelayan dan tim SAR yang melihat kejadian tersebut kemudian memberikan pertolongan dengan menarik korban menggunakan tali hingga ke tepian.
Perahu yang terbalik juga berhasil dievakuasi ke pinggir pantai.
Baca Juga: Steve Fletcher Yakin Andoni Iraola Bisa Sukses di Liverpool, tapi Tekanan Jauh Lebih Besar
Dalam kejadian ini, mesin perahu senilai sekitar Rp 30 juta hilang.
Sunu Handoko memastikan seluruh nelayan dalam dua kejadian tersebut selamat dan dalam kondisi baik.
Menurutnya, penggunaan pelampung menjadi salah satu faktor penting yang membantu menjaga keselamatan nelayan saat terjatuh ke laut.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di wilayah operasi SRI Wilayah II.
Koordinator SRI Wilayah II, Marjono, mengatakan kondisi di wilayahnya aman dan tidak ada kejadian kecelakaan laut.
Nelayan juga memilih tidak melaut.
Baca Juga: Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Playoff Liga Champions, H2H dan Susunan Pemain, Pemenangnya?
“Aman, tidak ada peristiwa, nelayan tidak ada yang melaut,” tulis Marjono melalui pesan singkat.
Sunu Handoko mengimbau nelayan tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi gelombang mengalami peningkatan.
“Pantau gelombang sebelum melakukan aktivitas, jangan terlalu memaksakan sewaktu gelombang ada peningkatan. Utamakan keselamatan, kesempatan masih banyak di kemudian hari yang lebih aman,” imbaunya. (cr1)
Editor : Meitika Candra Lantiva