GUNUNGKIDUL - Ada yang berbeda dari aktivitas nelayan Pantai Baron, Tanjungsari, setiap pagi 17 Agustus.
Perahu-perahu yang biasanya digunakan mencari ikan tidak dibawa melaut.
Nelayan justru menggunakannya untuk mengantarkan peserta mengikuti upacara pengibaran bendera Merah Putih di tengah laut.
Tradisi tersebut disebut telah berlangsung selama puluhan tahun.
Baca Juga: Momentum HUT RI, 41 Napi Rutan Kelas IIB Wates Kulon Progo Terima Remisi dan Dua Bebas
Bagi nelayan setempat, setiap peringatan kemerdekaan menjadi waktu untuk berhenti sejenak dari aktivitas mencari ikan dan ikut menyemarakkan upacara di Pantai Baron.
Mardiyono, salah seorang nelayan yang mengantarkan peserta mengatakan, nelayan memang tidak melaut pada pagi hari ketika upacara digelar.
"Tidak melaut, kalau tanggal 17 pagi kita mengantar yang mau upacara," ujarnya saat ditemui wartawan di tanggul laut Pantai Baron, Senin (17/8/2026).
Para nelayan juga tidak menarik biaya kepada peserta yang hendak menuju lokasi upacara.
Baca Juga: Mentan Amran: Swasembada Pangan hingga Ekspor Beras Menjadi Kado Kemerdekaan
Operasional perahu tetap berjalan dengan dukungan bahan bakar yang difasilitasi penyelenggara.
"Peserta upacara gratis, tapi bahan bakar kami difasilitasi," katanya.
Bagi nelayan, berhenti melaut hanya dilakukan selama pelaksanaan upacara.
Setelah prosesi selesai, mereka kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.
Ismono, nelayan lainnya mengatakan, hal tersebut sudah menjadi bagian dari kebiasaan nelayan Pantai Baron setiap peringatan kemerdekaan.
Baca Juga: Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Selopamioro, Simbol Perjuangan Kemerdekaan di Ketinggian 40 Meter
"Kalau pagi ya nggak melaut, tapi nanti kalau selesai (upacara) kembali beraktivitas," ujarnya.
Keikutsertaan nelayan juga tidak sekadar membantu mengangkut peserta.
Ismono menyebut keterlibatan tersebut menjadi bentuk kecintaan mereka terhadap tanah air sekaligus penghormatan terhadap Pantai Baron yang memiliki cerita sejarah bagi masyarakat setempat.
"Baron ini bersejarah, nggak mungkin kita melupakan. Ya ini wujud cinta kita," katanya.
Bagi peserta, perjalanan menuju lokasi upacara menggunakan perahu juga menjadi pengalaman tersendiri.
Baca Juga: Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Selopamioro, Simbol Perjuangan Kemerdekaan di Ketinggian 40 Meter
Amanda Kinanti salah seorang pelajar yang mengikuti upacara mengaku, sempat merasa takut ketika harus berpindah dari tanggul menuju perahu.
"Awalnya agak takut karena dari pinggir (tanggul) ke perahu agak berjarak, jadi basah sebagian bawah (rok) gini," ujarnya.
Meski sempat khawatir, pengalaman mengikuti upacara di tengah laut Pantai Baron meninggalkan kesan tersendiri bagi Amanda. (cr1)
Editor : Meitika Candra Lantiva