72 Paskibraka Gunungkidul Dikukuhkan, Tak Sekadar Jalankan Tugas 17 Agustus

Dzika Fajar • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:45 WIB
DIKUKUHKAN: Sebanyak 72 pelajar dari 22 sekolah di Gunungkidul dikukuhkan sebagai Paskibraka Kabupaten Gunungkidul 2026 di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (15/8/2026). (Dok. Pemkab Gunungkidul)
DIKUKUHKAN: Sebanyak 72 pelajar dari 22 sekolah di Gunungkidul dikukuhkan sebagai Paskibraka Kabupaten Gunungkidul 2026 di Bangsal Sewokoprojo, Sabtu (15/8/2026). (Dok. Pemkab Gunungkidul)

GUNUNGKIDUL – Sebanyak 72 pelajar dari 22 sekolah di Gunungkidul resmi menyandang status sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gunungkidul 2026.
 
Mereka bukan hanya dipersiapkan untuk menjalankan prosesi pengibaran Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga diharapkan membawa nilai yang diperoleh selama pembinaan ke kehidupan sehari-hari.
 
Puluhan pelajar tersebut dikukuhkan di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Sabtu (15/8/2026) sore. Pengukuhan menjadi penanda bahwa mereka siap menjalankan tugas dalam upacara peringatan kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang.

Baca Juga: Unik! Upacara HUT ke-81 RI di Pantai Baron 17 Agustus, Kibarkan Sang Saka di Tengah Laut

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul Wahyu Nugroho mengatakan, pengalaman menjadi Paskibraka seharusnya tidak berhenti ketika tugas pengibaran bendera selesai.
 
“Paskibra bukan hanya pengibaran bendera, harapannya ilmu yang dia dapatkan dapat bermanfaat bagi dia dan lingkungannya nantinya,” kata Wahyu.
 
Menurutnya, pengalaman selama mengikuti pembinaan dapat menjadi bekal bagi para pelajar ketika kembali ke lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
 
Pesan serupa disampaikan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat memberikan amanat dalam pengukuhan. Ia mengingatkan bahwa menjadi Paskibraka merupakan kehormatan sekaligus amanah karena para pelajar membawa nama daerah, sekolah, dan keluarga saat menjalankan tugas.
 
Baca Juga: Evaluasi Uji Coba Lawan Persita, Pieter Huistra Nilai Chemistry dan Fisik Pemain PSS Meningkat
 
“Jangan hanya mengenal sejarah, tetapi teladanilah semangat para pahlawan. Cintailah tanah air kita, jaga persatuan, jaga disiplin, bertanggung jawab, dan rela memberikan yang terbaik bagi bangsa dan daerah kita,” kata Endah.
 
Bagi Endah, pengalaman menjadi Paskibraka juga merupakan bagian dari proses pembentukan karakter. Para pelajar tidak hanya belajar menjalankan gerakan secara serempak, tetapi juga dituntut memiliki kedisiplinan, kekompakan, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
 
“Paskibraka adalah sekolah kehidupan. Dari sini kalian belajar disiplin, kekompakan, kepemimpinan dan keteladanan. Nilai-nilai itu harus terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
 
Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Pastikan Tak Ada PHK PPPK Paruh Waktu, Pilih Optimalisasi SDM dan Regrouping OPD
 
Pengukuhan tersebut dihadiri jajaran pimpinan daerah, tim pelatih dan pembina, panitia pelaksana, pihak sekolah, serta orang tua dan keluarga anggota Paskibraka.
 
Setelah dikukuhkan, 72 pelajar tersebut akan menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Pengibaran Merah Putih pada 17 Agustus menjadi puncak dari rangkaian pembinaan yang telah mereka jalani.
 
Namun, tugas tersebut hanya berlangsung dalam satu momentum. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, dan kepemimpinan yang diperoleh selama menjadi Paskibraka diharapkan tetap mereka bawa setelah upacara berakhir.(cr1)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
paskibraka 17 agustus Gunungkidul Dikukuhkan pengibaran bendera