GUNUNGKIDUL - Operasi pencarian Rubino, nelayan asal Padukuhan Padem, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, yang hilang setelah terhempas gelombang di perairan Pantai Wohkudu pada Sabtu (8/8/2026), resmi dihentikan.
Namun, petugas SAR masih melakukan pemantauan di sepanjang kawasan pantai selatan Gunungkidul untuk mengantisipasi munculnya informasi baru terkait keberadaan korban.
Rubino hilang saat berusaha mengejar kapal yang terlepas dari ikatan ketika hendak berpindah kapal untuk melaut. Korban sempat berenang sambil berpegangan pada jeriken bensin sebagai alat bantu mengapung.
Namun, gelombang menghantam tubuhnya hingga pegangan tersebut terlepas dan Rubino kemudian tidak terlihat lagi di permukaan air.
Pencarian telah dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama warga dan nelayan sejak kejadian. Namun, hingga batas akhir operasi, keberadaan Rubino belum ditemukan.
Kepala Bidang Linmas Satpol PP Gunungkidul Supriyadi mengatakan, pencarian awal dilakukan selama tiga hari dan kemudian diperpanjang hingga maksimal tujuh hari. Setelah batas waktu tersebut terlewati, operasi pencarian secara resmi dihentikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Evaluasi Uji Coba Lawan Persita, Pieter Huistra Nilai Chemistry dan Fisik Pemain PSS Meningkat
“Pencarian sudah dilakukan selama tiga hari dan diperpanjang sampai tujuh hari. Sampai hari ini korban belum ditemukan,” ujar Supriyadi.
Meski operasi SAR ditutup, pemantauan di lapangan tetap berjalan. “Secara ketentuan pencarian diakhiri. Tetapi petugas SAR yang piket tetap akan melakukan pencarian apabila ada informasi atau perkembangan di lapangan,” jelasnya.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 Marjono mengatakan, pemantauan kini dilakukan dari sejumlah titik yang memungkinkan petugas mengawasi kawasan perairan.
Pemantauan tersebut tidak hanya mengandalkan petugas. Koordinasi dengan nelayan di sepanjang pantai selatan juga dilakukan untuk memperluas jangkauan pengawasan.
Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Pastikan Tak Ada PHK PPPK Paruh Waktu, Pilih Optimalisasi SDM dan Regrouping OPD
“Masih pemantauan dari tebing dan penyisiran pantai yang sering buat mendarat sampah dan bekerja sama dengan nelayan seluruh pantai selatan,” kata Marjono, Minggu (16/8/2026).
Menurut Marjono, informasi dari masyarakat dan nelayan menjadi penting setelah operasi pencarian resmi dihentikan.
Jika ada laporan yang berkaitan dengan keberadaan korban, petugas akan segera bergerak. “Apabila ada informasi langsung mengevakuasi,” ujarnya.
Sementara itu, kondisi laut yang kurang bersahabat menjadi salah satu kendala selama proses pencarian. Gelombang yang cukup besar membuat penyisiran harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan keselamatan personel.
Dengan berakhirnya operasi SAR, pencarian Rubino secara resmi tidak lagi dilakukan dalam skema operasi gabungan. Namun, pemantauan tetap berlangsung.
Jika korban atau tanda-tanda keberadaannya ditemukan, petugas akan kembali melakukan penanganan berdasarkan informasi yang diterima dari lapangan.(cr1)
Editor : Winda Atika Ira Puspita