Waroeng Spesial Sambal 'SS' Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Rongkop

Heru Pratomo • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 19:29 WIB
Waroeng Spesial Sambal
Waroeng Spesial Sambal 'SS' Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Rongkop

 

 

GUNUNGKIDUL - Beban hidup warga Padukuhan Kemesu, Kalurahan Semugih, Kapanewon Rongkop, Gunungkidul, yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang, sedikit teringankan. Memperingati HUT ke-24, Waroeng Spesial Sambal 'SS' Indonesia mengadakan program sosial berupa distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan dan mengalami keterbatasan akses air di wilayah tersebut, Senin (10/8).

​Koordinator distribusi program air bersih Waroeng SS, Muhammad Ivan Kurniawan, mengatakan, khusus di Padukuhan Kemesu jumlah tangki yang disalurkan sebanyak 8 tangki, masing-masing berkapasitas 6.000 liter. "Jadi, total air bersih yang didistribusikan di Kemesu mencapai 48.000 liter," katanya.

​Menurut Ivan, program bertajuk '240 Tangki Air untuk Masyarakat' ini semula ditargetkan menyalurkan 240 tangki air bersih di berbagai daerah.

Baca Juga: Mitos Gunung Merapi: Empu Rama dan Empu Pamadi, Kisah Awal Mula Gunung Merapi Berdiri di Tengah Jawa

 Namun, tingginya kebutuhan mendorong perusahaan untuk menambah jumlah bantuan hingga total distribusi mencapai 278 tangki secara bertahap di 7 area meliputi Jabodetabek, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Malang, dan Bali.

​Penyaluran tahap pertama telah dilaksanakan di wilayah Yogyakarta dan Purwokerto dengan total 111 tangki, yang kemudian dilanjutkan tahap kedua sebanyak 167 tangki ke wilayah Jabodetabek, Semarang, Solo, Malang, dan Bali untuk membantu meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air bersih," katanya.

​Lebih lanjut Ivan menjelaskan bahwa penyaluran tersebut berkolaborasi bersama lembaga kemanusiaan seperti Asar Humanity dan Baitulmaal Muamalat (BMM).

Baca Juga: Takdir W.R. Soepratman yang Tak Sempat Mendengar Lagu Ciptaannya di Hari Kemerdekaan

 

​"Di DIY yang sudah terdistribusi salah satunya kemarin di Girisubo, yang sekarang di Rongkop, kemarin juga ada di daerah Panggang, kemudian ada di daerah Kabupaten Kulonprogo," ujarnya.

​Sementara itu, Dukuh Kemesu, Sugiyanta, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan air bersih yang diberikan karena warganya sudah berbulan-bulan mengalami kesulitan air akibat sumur dan telaga yang mengering.

 Menurutnya, selama musim kemarau ini warga Padukuhan Kemesu yang terdiri dari dua RT dan 67 kepala keluarga terpaksa membeli air tangki demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Hasil Investigasi Irda Kulon Progo, Eks Lurah Garongan Terindikasi Penyalahgunaan Wewenang

​"Setiap tahun warga kami memang mengalami krisis air bersih, terutama dari bulan April sampai sekarang karena tidak ada air hujan dan telaga sudah kering. Tanpa bantuan air bersih, warga terpaksa membeli air tangki seharga Rp120.000 per 5.000 liter untuk kebutuhan sekitar tiga minggu," kata Sugiyanta.

​Hal senada juga dirasakan oleh Wartiyem (64), salah seorang warga setempat yang sehari-hari berprofesi sebagai petani. Ia menceritakan betapa beratnya beban ekonomi yang harus ditanggung warga ketika musim kemarau panjang melanda dan persediaan air menipis.​

"Air dari bantuan ini sangat berarti untuk masak dan minum, karena kalau tidak ada air dan tidak punya uang, kami terpaksa harus menjual hasil bumi seperti gaplek atau ternak ayam dan kambing untuk bisa membeli air bersih," ujar Wartiyem. 

Editor : Heru Pratomo
ss rongkop Gunungkidul Waroeng Spesial Sambal air bersih