GUNUNGKIDUL – Puncak musim kemarau mulai terasa di sumber-sumber air yang menjadi tumpuan distribusi air bersih di Gunungkidul. Di sumber mata air Puring, Padukuhan Ngelaban, Kalurahan Jepitu, Kapanewon Girisubo, debit air yang menyusut membuat armada tangki tak lagi bisa mengambil air sebanyak biasanya.
Kondisi tersebut terjadi saat Gunungkidul memasuki Agustus yang diprediksi menjadi puncak musim kemarau. BMKG memprakirakan puncak kemarau 2026 terjadi pada Agustus, sementara Pemkab Gunungkidul telah menetapkan status siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus.
Febri Utomo pemilik armada tangki air mengatakan, dalam kondisi sumber seperti sekarang, satu armada hanya mampu mengambil sekitar tujuh hingga delapan tangki dalam sehari.
Baca Juga: Hanif Sjahbandi Tidak Dikenalkan saat Launching Tim PSS Sleman, Masih Harus Pemulihan dari Cedera
Padahal, saat debit air masih melimpah, jumlah pengambilan bisa mencapai 15 hingga 20 tangki per hari.
“Kalau sedang seperti ini sehari cuma bisa ambil tujuh sampai delapan tangki bolak-balik,” kata Febri.
Penurunan kemampuan pengambilan itu terjadi ketika permintaan pengiriman air justru meningkat. Menurut Febri, permintaan terus masuk, tetapi keterbatasan air di sumber membuat armada tidak bisa mengambil sebanyak biasanya.
“Kalau sedang banyak air bisa 15 sampai 20 tangki per hari,” ujarnya.
Baca Juga: Buntut Polemik Jersey RMB, Manajemen PSIM Jogja Evaluasi dan Belum Tentukan Apparel Resmi
Untuk menjaga agar sumber tidak cepat terkuras, pengambilan air kini juga dibatasi. Wahono, pemilik armada tangki lainnya, mengatakan aktivitas pengambilan dihentikan mulai sekitar pukul 17.00 hingga pagi hari.
“Kalau sore jam 5 sampai pagi ditutup. Kalau nggak begitu, besok airnya habis karena diambili terus,” kata Wahono.
Meski debit air menurun, harga pengiriman masih dipertahankan Rp120 ribu untuk satu tangki. Menurut Wahono, tarif tersebut masih normal karena akses menuju lokasi pengiriman relatif mudah.
“Satu tangki Rp120 ribu, karena di sini jalannya mudah,” ujarnya.
Baca Juga: Polisi Kembangkan Penangkapan dari Cungkuk ke Nitipuran, 295 Butir Pil Y Disita, Dua Orang Ditangkap
Tekanan terhadap ketersediaan air juga terlihat dari distribusi bantuan pemerintah. Berdasarkan rekap terbaru BPBD Gunungkidul, sebanyak 216 tangki air bersih telah disalurkan sejak Juni hingga awal Agustus 2026.
Jumlah tersebut terdiri dari delapan tangki pada Juni, 176 tangki sepanjang Juli, dan 32 tangki pada Agustus. (cr1)
Editor : Winda Atika Ira Puspita