GUNUNGKIDUL – Seorang nelayan, Rubino, warga Padukuhan Padem, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, hilang di perairan Pantai Wohkudu, Sabtu (8/8/2026) sore. Rubino terhempas gelombang saat berusaha mengejar kapal yang terlepas dari ikatan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 ketika Rubino bersama Mardini, warga Padukuhan Dawung, Kalurahan Girikarto, hendak melaut menggunakan kapal Sultan Muda.
Kapolsek Panggang AKP Gatot Sukoco mengatakan, keduanya saat itu hendak berpindah atau transit ke kapal bagan. Namun, kapal utama yang digunakan untuk transit tiba-tiba terlepas dari ikatan.
Baca Juga: Dikebut! Pembangunan Gedung Baru Dinkes Gunungkidul Capai 3,6 Persen, Progres Lampaui Target Awal
Rubino kemudian berusaha mengejar kapal yang terbawa arus. Untuk membantu dirinya tetap mengapung, korban berenang sambil berpegangan pada jerigen bensin.
Namun, upaya tersebut tidak berlangsung lama. Gelombang cukup kuat datang dan menghantam tubuh Rubino hingga pegangan terhadap jerigen terlepas. Setelah itu, korban tidak lagi terlihat di permukaan air.
“Korban berusaha mengejar kapal yang terlepas, tetapi kemudian terhempas gelombang dan terlepas dari jerigen yang digunakan sebagai alat bantu mengapung,” kata Gatot.
Baca Juga: PSS Sleman Perkenalkan Daftar Pemain untuk Super League 2026/27, Nama Hanif Sjahbandi Menghilang
Mardini dalam kejadian tersebut berhasil diselamatkan. Ia kemudian dibawa pulang oleh nelayan dari kawasan Pantai Gesing.
Sementara itu, nelayan setempat langsung melakukan pencarian terhadap Rubino di sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian berlangsung hingga petang, tetapi belum membuahkan hasil.
Kondisi laut yang semakin gelap disertai arus dan angin kencang membuat pencarian tidak dapat dilanjutkan pada malam hari.
Baca Juga: Kantor Imigrasi Kulon Progo Buka Layanan Pembuatan Paspor di CFD Alwa, Ini Jadwalnya!
“Pencarian dihentikan karena hari sudah gelap. Kondisi arus dan angin juga cukup kencang sehingga tidak memungkinkan dilanjutkan malam hari,” ujarnya.
Pencarian Rubino akan kembali dilakukan setelah kondisi laut memungkinkan. Aparat bersama warga dan nelayan akan berkoordinasi untuk melanjutkan penyisiran di sekitar perairan Pantai Wohkudu.(cr1/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita