Kemarau Panjang, Distribusi Air Bersih BPBD Gunungkidul Melonjak Jadi 216 Tangki

Dzika Fajar • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:20 WIB
DISTRIBUSI AIR: Petugas BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah terdampak kekeringan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 216 tangki air telah didistribusikan melalui alokasi BPBD. (Dok BPBD Gunungkidul)
DISTRIBUSI AIR: Petugas BPBD Gunungkidul menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di wilayah terdampak kekeringan. Hingga Agustus 2026, sebanyak 216 tangki air telah didistribusikan melalui alokasi BPBD. (Dok BPBD Gunungkidul)

 

GUNUNGKIDUL – Penyaluran bantuan air bersih oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melonjak seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama musim kemarau.

Berdasarkan rekapitulasi terbaru, BPBD telah mendistribusikan 216 tangki air bersih sejak Juni hingga Agustus 2026.

Jumlah tersebut meningkat jauh dibanding data sementara yang sebelumnya tercatat sebanyak 80 tangki pada Juli.

Data 80 tangki merupakan rekap penyaluran hingga 21 Juli.

Baca Juga: RMB Apparel, Brand Jersey Printing yang Digadang Jadi Apparel Resmi PSIM Malah Membuat Kontroversi

Setelah seluruh penyaluran diperbarui, distribusi BPBD sepanjang Juli mencapai 176 tangki.

Secara keseluruhan, distribusi melalui alokasi BPBD terdiri dari delapan tangki pada Juni, 176 tangki pada Juli, dan 32 tangki pada Agustus.

Dengan demikian, total penyaluran BPBD mencapai 216 tangki.

Pada Juli, distribusi terbesar tercatat di Kapanewon Rongkop sebanyak 72 tangki dan Tepus 64 tangki.

Selain itu, BPBD menyalurkan 16 tangki ke Panggang, 16 tangki ke Wonosari, serta delapan tangki ke Saptosari.

Baca Juga: Barcelona Panaskan Persaingan untuk Datangkan Rodri dari Manchester City

Memasuki Agustus, distribusi masih berlanjut.

Sebanyak 16 tangki disalurkan ke Wonosari, delapan tangki ke Saptosari, dan delapan tangki ke Tepus.

Penanganan kekeringan di Gunungkidul sendiri dilakukan melalui beberapa sumber anggaran.

Berdasarkan rekap terbaru, terdapat delapan kapanewon yang memiliki alokasi dropping air dari anggaran kapanewon, yakni Gedangsari, Girisubo, Panggang, Purwosari, Rongkop, Semin, Tanjungsari, dan Tepus.

Sementara itu, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Paliyan, Patuk, Playen, Ponjong, Saptosari, Semanu, dan Wonosari tidak tercatat memiliki alokasi dropping air pada kolom anggaran kapanewon dalam rekap tersebut.

Baca Juga: Cibiran Terhadap Pasien BPJS Juga Dilakukan Perawat RSA UGM, Tim Etik Lakukan Pemanggilan

Kondisi tersebut membuat BPBD tetap berperan dalam memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang tidak memiliki anggaran dropping dari kapanewon.

Wilayah tersebut tetap dapat mengajukan permohonan bantuan kepada BPBD apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Operator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Gunungkidul Muhammad Ridwan mengatakan, salah satu penyaluran terbaru dilakukan ke Wonosari yang tidak memiliki alokasi anggaran dari kapanewon.

“Kemarin didistribusikan di Wonosari sebanyak 16 tangki, yang merupakan salah satu yang tidak punya anggaran dari kapanewon,” kata Ridwan.

Baca Juga: Igor Tolic Waspadai Serangan Balik Persebaya Meski Percaya Diri dengan Ketajaman Persib

Selain Wonosari, BPBD juga menyalurkan delapan tangki air ke Kapanewon Ngawen pada Rabu (5/8/2026).

Penyaluran tersebut menunjukkan wilayah yang tidak memiliki anggaran sendiri tetap dapat memperoleh bantuan melalui BPBD.

Di tengah distribusi yang terus berjalan, BPBD juga mengantisipasi kebutuhan anggaran agar penanganan tidak terhenti ketika alokasi awal tidak lagi mencukupi.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan pihaknya menyiapkan usulan tambahan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Anggaran dropping kita antisipasi, usulan tambahan melalui skema BTT,” kata Purwono melalui pesan, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Seni Merayu Tuhan: Ketika Doa Menjadi Tempat Paling Aman untuk Pulang

Dengan distribusi yang telah mencapai 216 tangki, BPBD masih memantau perkembangan kebutuhan air bersih di masing-masing wilayah.

Penyaluran selanjutnya disesuaikan dengan permohonan dan kondisi masyarakat terdampak kekeringan.  (cr1)

Editor : Meitika Candra Lantiva
kemarau dropping air Distribusi Air Bersih agustus BPBD Gunungkidul